kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45729,74   -6,98   -0.95%
  • EMAS963.000 3,44%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Capai transaksi hingga US$ 6,3 miliar, fasilitas penggunaan GoPay akan diperluas


Senin, 27 Januari 2020 / 16:01 WIB
Capai transaksi hingga US$ 6,3 miliar, fasilitas penggunaan GoPay akan diperluas
ILUSTRASI. Fasilitas penggunaan GoPay akan diperluas. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Reporter: Annisa Fadila | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga tahun 2019 silam, Gopay dan Gofood mampu menjadi pemasok utama Gojek dalam hal pendapatan. Disebutkan bahwa Gopay mencapai transaksi sebesar US$ 6,3 miliar, hal itu dipertegas dengan paparan Aldi Haryopratomo selaku CEO Gopay dalam acara Deal Street Asia.

Head of Corporate Communications GoPay Winny Triswandhani menjelaskan, melihat pencapaian yang telah di raih Gopay pada tahun 2019 silam tentu menunjukkan hasil yang cukup berkesan. 

Baca Juga: GoPay dan Gofood jadi pendongkrak pendapatan Gojek

Hal itu dikarenakan meningkatnya transaksi digital di kalangan masyarakat menjadikan Gopay kian berinovasi serta membuatnya sukses, hal tersebut di sebabkan masyarakat menempatkan Gopay sebagai uang elektronik yang paling banyak di gunakan di Indonesia (Daily Social Fintech Report 2019).

"Pertumbuhan itu tak lain dari banyaknya merchant yang telah bekerjasama dengan Gopay. Saat ini ada lebih dari 420.000 rekan usaha Gopay di Seluruh Indonesia. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi strategi kami untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar bebas bertransaksi non-tunai dengan lebih mudah," Jelasnya kepada Kontan.co.id.

Hingga 2019 lalu, Gopay berhasil menggandeng Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang berlokasi di Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Yogyakarta hingga Nusa Tenggara Barat (NTB) guna pembayaran pajak Bumi Bangunan secara non tunai. 

Baca Juga: Mitra Gopay pengguna QRIS BI terus bertambah


Tag


TERBARU

Close [X]
×