kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Capex operator telkomunikasi 2014 diprediksi turun


Kamis, 21 November 2013 / 18:05 WIB
Capex operator telkomunikasi 2014 diprediksi turun
ILUSTRASI. Hidangan daging yang diolah jadi BBQ (dok/Kingsford)


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Anjloknya nilai rupiah terhadap dollar AS sejak kuartal 3 tahun ini diprediksi akan berimbas pada investasi operator telekomunikasi.

Ketua Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI), Alex J Sinaga mengatakan, berbeda dengan belanja modal tahun ini yang bisa diprediksi pada tahun sebelumnya. Tahun ini, sulit memprediksi investasi operator telekomunikasi pada tahun depan.

"Rupiah sudah turun, sedangkan kita belanjanya kan barang-barang impor, jadi harganya semakin tinggi. Tahun depan masih sulit diprediksi bisa naik sedikit atau malah turun," kata Alex di Jakarta, Kamis (22/11).

Menurutnya, untuk infrastruktur telekomunikasi sebagian besar harus didatangkan dari luar negeri. Karenanya perusahaan telekomunikasi harus menggunakan dollar AS. Hal ini yang menyulitkan operator untuk menambah investasi mereka.

Menurutnya, pada tahun ini saja sudah banyak kontraktor yang merugi karena nilai mata uang yang terus bergejolak itu. "Tahun ini  capex (capital expenditure/belanja modal) seluruh operator antara Rp 10 triliun hingga Rp 20 triliun, kalau tahun depan bisa turun," jelasnya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×