kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Capex operator telkomunikasi 2014 diprediksi turun


Kamis, 21 November 2013 / 18:05 WIB
Capex operator telkomunikasi 2014 diprediksi turun
ILUSTRASI. Hidangan daging yang diolah jadi BBQ (dok/Kingsford)


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Anjloknya nilai rupiah terhadap dollar AS sejak kuartal 3 tahun ini diprediksi akan berimbas pada investasi operator telekomunikasi.

Ketua Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI), Alex J Sinaga mengatakan, berbeda dengan belanja modal tahun ini yang bisa diprediksi pada tahun sebelumnya. Tahun ini, sulit memprediksi investasi operator telekomunikasi pada tahun depan.

"Rupiah sudah turun, sedangkan kita belanjanya kan barang-barang impor, jadi harganya semakin tinggi. Tahun depan masih sulit diprediksi bisa naik sedikit atau malah turun," kata Alex di Jakarta, Kamis (22/11).

Menurutnya, untuk infrastruktur telekomunikasi sebagian besar harus didatangkan dari luar negeri. Karenanya perusahaan telekomunikasi harus menggunakan dollar AS. Hal ini yang menyulitkan operator untuk menambah investasi mereka.

Menurutnya, pada tahun ini saja sudah banyak kontraktor yang merugi karena nilai mata uang yang terus bergejolak itu. "Tahun ini  capex (capital expenditure/belanja modal) seluruh operator antara Rp 10 triliun hingga Rp 20 triliun, kalau tahun depan bisa turun," jelasnya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×