kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.876   87,00   0,49%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Capex Pertamina di Sektor EBT Mencapai US$ 11 Miliar di Periode 2022-2026


Jumat, 18 Maret 2022 / 22:32 WIB
ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Pertamina di Jakarta Pusat.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo

Pertamina juga berpartisipasi menjadi bagian dari Indonesia Battery Company (IBC) untuk mengembangkan pabrik baterai kendaraan listrik berkapasitas mencapai 140 GWh di tahun 2029. Pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga dilakukan Pertamina dengan membangun fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

Di samping itu, Pertamina juga mengembangkan bioenergy melalui Green Refinery di Cilacap, Plaju, dan Dumai. Pertamina turut melakukan riset dan pilot project untuk memproduksi bioethanol dari limbah minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO).

Lebih lanjut, Pertamina menerapkan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) di lingkup operasional perusahaan dengan berkolaborasi bersama beberapa perusahaan global.

Baca Juga: Pertamina Masih Kaji Harga Pertamax, Berapa Harga Keekonomiannya?

Pertamina ikut mengembangkan energi surya, angin, dan air. Perusahaan ini menargetkan mampu menambah kapasitas pembangkit tenaga surya hingga 910 MW di tahun 2026. Di tahun yang sama, kapasitas pembangkit hidro perusahaan dapat mencapai 400 MW, sedangkan kapasitas pembangkit tenaga angin ditargetkan menembus 225 MW.

Agenda pengurangan emisi dan dekarbonisasi juga dilakukan Pertamina lewat pasar karbon internal dan bersama BUMN lain serta pembuatan Green Data Center. Ada juga bentuk upaya Pertamina dalam mewujudkan dekarbonisasai melalui pemanfaatan gas suar (flare gas), efisiensi energi, gasifikasi, hingga penyediaan solusi berbasis alam dengan bermitra bersama BUMN lain. “Proyek dan aktivitas ini akan meningkatkan portofolio energi hijau yang dimiliki Pertamina,” tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×