kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Central Omega Resources anggarkan US$ 500 juta untuk pembangunan smelter tahap dua


Kamis, 26 Juli 2018 / 21:10 WIB
ILUSTRASI. PT Central Omega Resources Tbk DKFT


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) menargetkan mampu memproduksi 51.000 ton feronikel pada tahun 2018. Corporate Secretary DKFT, Johanes Supriadi mengungkapkan sampai Juni 2018 perusahaan ini baru memproduksi sebesar 5000 ton feronikel.

Meski begitu, dia berharap perusahaan mampu mendongkrak produksi di semester II 2018 ini. Smelter di Morowali Utara, Sulawesi Tengah ini kan masih dalam tahap uji coba sampai April 2018 silam.

“Kapasitas smelter ini kan sebanyak 100,000 per tahunnya, kemarin masih dalam uji coba. Nanti kami tingkatkan produksinya,” ujar Johanes, kamis (26/7).

Rencananya, pembangunan smelter tahap II akan dilaksanakan pada 2019 dengan dana sebesar US$ 500 juta. Sebelumnya tahap pertama DKFT mengeluarkan dana sebesar sekitar US$ 100 juta.

Dengan pembangunan smelter tahap II ini, akan banyak mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan nantinya. Mengutip informasi dari keterbukaan, perusahaan menargetkan pendapatan sebesar RP 1,2 triliun pada 2018 ini.

Angka ini belum maksimal lantaran baik smelter maupun tambang penjualan yang dibukukan baru 50% dari produksinya. Sementara untuk proyeksi laba bersih sebesar Rp 117miliar pada 2018. Sementara itu, untuk rekomendasi ekspor bijih nikel yang diberikan pemerintah sebesar 818.000 ton per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×