kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45862,44   -0,26   -0.03%
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Central Proteina Prima (CPRO) tekan rugi bersih jadi Rp 68,59 miliar hingga September


Kamis, 05 November 2020 / 08:33 WIB
Central Proteina Prima (CPRO) tekan rugi bersih jadi Rp 68,59 miliar hingga September
ILUSTRASI. tambang udang Central Proteina Prima Tbk CP Prima CPRO di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (15/3). KONTAN/Noverius Laoli

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Central Proteina Prima Tbk mencatatkan perbaikan kinerja bottom line di sembilan bulan pertama tahun ini.

Buktinya, emiten berkode saham “CPRO” ini berhasil menekan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias rugi bersih menjadi Rp 68,59 miliar di sepanjang Januari-September 2020. Sebelumnya, rugi bersih CPRO mencapai Rp 300,30  miliar pada periode sama tahun lalu.

Perbaikan kinerja bottom line didorong oleh pertumbuhan mini pada sisi penjualan neto. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Rabu (4/11), penjualan neto CPRO naik tipis 1,62% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula Rp 5,51 triliun pada Januari-September 2019 menjadi Rp 5,59 triliun di Januari September 2020.

Pertumbuhan mini tersebut ditopang oleh penjualan produk makanan yang naik 13,22% yoy  menjadi Rp 983,87 miliar di sembilan bulan pertama tahun ini.

Baca Juga: CPRO ekspor udang ke Skandinavia

Sementara itu, penjualan pakan yang notabenenya lini produk dengan porsi kontribusi paling besar dalam total penjualan neto CPRO cenderung flat dengan penurunan mini 0,05% yoy menjadi Rp 4,38 triliun pada periode yang sama.

Penurunan juga dijumpai pada penjualan benur yang turun 4,26% yoy menjadi Rp 196,81 miliar dan penjualan lain-lain yang turun 32,86% yoy menjadi Rp 29,35 miliar.

Memang, pertumbuhan tipis pada total penjualan neto juga diiringi oleh kenaikan pengeluaran pada pos beban pokok penjualan. Tercatat, beban pokok penjualan CPRO naik tipis 2,23% yoy dari semula Rp 4,50 triliun pada Januari-September 2019 menjadi Rp 4,60 triliun di Januari-September 2020.

Meski begitu, CPRO juga mencatatkan penurunan pengeluaran di beberapa pos-pos beban lainnya, sehingga rugi bersih perusahaan bisa ditekan. Beban penjualan misalnya, tercatat  turun 31,85% yoy menjadi Rp 198,95 miliar pada sembilan bulan pertama tahun ini. Sebelumnya, beban penjualan CPRO mencapai Rp 291,93 miliar pada periode sama tahun lalu.

Penurunan pengeluaran juga dijumpai pada pos beban umum dan administrasi serta beban keuangan. Tercatat, beban umum dan administrasi turun 9,31% yoy dari Rp 338,45 miliar pada Januari-September 2019 menjadi Rp 306,91 miliar pada Januari-September 2020.

Baca Juga: Jaga kinerja, Central Proteina Prima (CPRO) garap pasar ekspor alternatif

Sementara itu, beban keuangan perusahaan turun tipis 1,46% yoy dari Rp 293,35 miliar pada Januari-September 2019 menjadi Rp 289,05 miliar di Januari-September 2020.

Per 30 September 2020 lalu, total aset CPRO tercatat sebesar Rp 6,15 triliun. Angka tersebut terdiri atas ekuitas sebesar Rp 258,87 miliar dan liabilitas sebesar Rp 5,89 triliun.

Sementara itu, kas dan setara kas akhir periode perusahaan tercatat sebesar Rp 158,78 miliar  per 30 September 2020. Angka tersebut naik 22,66% dibanding kas dan setara kas awal periode yang sebesar Rp 129,44 miliar.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Virtual Selling: How to win sales remotely Optimasi alur Pembelian hingga pembayaran

[X]
×