Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengembang optimistis pasar properti akan membaik tahun ini dibanding 2025. Sejumlah insentif pemerintah serta suku bunga yang semakin rendah diharapkan bisa menggeliatkan peluncuran produk-produk baru dan mendorong penjualan.
Optimisme tersebut salah satunya datang dari Paramount Land. Pengembang ini membidik penjualan sebesar Rp 5,5 triliun pada 2026, meningkat dari realisasi tahun lalu yang hanya mencapai sekitar Rp 4,27 triliun. “Tahun ini, kami akan meluncurkan produk-produk yang sempat ditunda tahun lalu karena gonjang-ganjing dan ketidakpastian yang mewarnai pasar,” kata Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi, Kamis (26/2/2026).
Dia menyebut, target tersebut ditopang oleh penjualan produk-produk properti di dua kawasan kota mandiri yang dimiliki perseroan, yakni Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals. Peluncuran produk di Gading Serpong akan difokuskan pada segmen komersial, sedangkan di Petals akan menghadirkan kombinasi produk hunian dan komersial.
Baca Juga: Paramount Land Jajaki Pengembangan MRT Jalur Kembangan–Balaraja
Tahun ini, Paramount Land akan meluncurkan distrik komersial baru di Gading Serpong bertajuk Victoria District. Proyek ini akan dikembangkan di atas lahan sekitar 10 hektare (ha). Distrik ini akan melengkapi pengembangan Pasadena District seluas 40 ha yang sedang berjalan.
Optimisme Paramount Land tampaknya didukung kondisi pasar industri properti yang sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan sejak akhir tahun lalu. Hasil survei Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan IV 2025 tumbuh sebesar 7,83% secara tahunan atau year on year (YoY), membaik dari kuartal III yang terkontraksi sebesar 1,29% YoY.
Nawawi memaparkan, awal tahun 2025 Paramount Land sebetulnya optimistis dengan pasar properti dengan menargetkan penjualan sebesar Rp 6,5 triliun. Namun, realitanya pasar properti cukup menantang akibat kombinasi tekanan dari faktor eksternal dan domestik. Alhasil, perusahaan merevisi target menjadi Rp 4,5 triliun.
Baca Juga: BSDE Pasang Target Pra-Penjualan Rp 10 Triliun pada 2026, Residensial Jadi Andalan
Memasuki paruh kedua 2025, tantangan tetap besar. Sehingga Paramount Land hanya mencapai 95% dari target yang sudah direvisi tersebut hingga penghujung tahun atau setara Rp 4,27 triliun. “Kami sejak awal tahun sudah menyiapkan sejumlah peluncuran produk baru, tapi melihat kondisi yang ada, kami putuskan ditunda dulu,” ujar Nawawi.
Siapkan Capex Rp 800 Miliar
Selain menyiapkan peluncuran produk-produk baru, Paramount Land juga akan melanjutkan sejumlah pembangunan proyek komersial dan infrastruktur. Nawawi bilang belanja modal atau capex yang akan disiapkan sekitar Rp 800 miliar.
Direktur Paramount Land, Norman Daulay, mengatakan selain melanjutkan pembangunan infrastruktur, Paramount Petals juga menyiapkan pembangunan fasilitas publik strategis tahun ini. Di antaranya memulai pembangunan Rumah Sakit Bethsaida dan Masada School yang ditargetkan beroperasi mulai tahun ajaran baru 2027.
Selain itu, pengembang juga akan memulai pembangunan lifestyle mall, supermarket di utara Paramount Petals, serta bursa mobil. “Komitmen kami untuk menyediakan fasilitas kota tak akan terhenti,” imbuh Norman.
Baca Juga: Lepas dari Tekanan Global, Pinhome Optimistis Pasar Properti Donestik Bangkit di 2026
Norman menyampaikan bahwa sepanjang 2025 Paramount Land menorehkan sejumlah capaian penting, mulai dari pembukaan akses Boulevard Gading Serpong menuju BSD pada Januari, peresmian Hampton Square pada Agustus, groundbreaking pusat perbelanjaan Hudson Square pada Oktober, hingga renovasi sejumlah aset komersial.
Ia menegaskan, strategi Paramount Land tidak hanya berfokus pada penjualan, tetapi pada pembangunan ekosistem kota terpadu yang berkelanjutan. Sepanjang 2025, perusahaan telah melakukan serah terima 1.250 unit produk kepada konsumen dan membukukan penjualan sekitar 900 unit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













