kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Charoen Pokphand incar pasar Timur Tengah


Kamis, 11 September 2014 / 19:34 WIB
Charoen Pokphand incar pasar Timur Tengah
ILUSTRASI. Nilai kekayaan Lisa BLACKPINK yakni sebesar US$20 juta atau sekitar Rp 302 miliar (kurs Rp 15.100 per dolar AS).


Reporter: Mona Tobing | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk membidik pasar ekspor ke Timur Tengah. Namun, perusahaan akan menjajal kawasan Arab Saudi jika ekspor ke Jepang bisa ditembus Oktober mendatang. 

"Jepang akan menjadi tolak ukur kami untuk selanjutnya ke Arab Saudi," kata Desianto Budi Utomo, Vice President Feed Technology Charoen Pokhpand, hari ini (11/9).

Jika penghasil pakan ternak, day old chicks dan makanan olahan ini berhasil menembus ekspor ke Jepang, perusahaan menargetkan mengekspor makanan olahan ke Timur Tengan pada kuartal pertama tahun depan. Ia memprediksi, volume ekspor makanan olahan ke Arab Saudi bisa sama dengan jumlah ke Jepang.

Niat perusahaan berkode saham CPIN ini sejalan dengan Kementrian Perdagangan. Pemerintah menargetkan ekspor ke Jepang bisa mencapai US$ 200 juta atau 10% dari kebutuhan karage atau ayam goreng di Negeri Matahari Terbit. Charoen membidik pangsa pasar 10% dari total target ekspor tersebut, atau sekitar US$ 20 juta atau sekitar Rp 220 miliar (dengan asumsi USD/IDR 11.000).

Sementara produk makanan olahan yang akan diekspor ke Arab Saudi yakni: bakso, nugget, sosis, sate ayam (kitori) dan daging ayam (karage). Untuk mempersiapkan pangsa pasar.

Tahun ini Charoen menargetkan produksi DOC mencapai 15 juta per minggu naik dari 25% dari produksi DOC 2013 sebesar 12 juta per minggu. Kenaikan produksi ini disesuaikan dengan naiknya konsumsi ayam per kapita nasional. Jika tahun lalu konsumsi baru mencapai 8,5 kilogram (kg) per kapita. Sekarang konsumsi telah naik hingga 9,4 kg per kapita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×