kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ciputra akan bangun perumahan terjangkau di daerah


Rabu, 20 November 2013 / 13:15 WIB
Ciputra akan bangun perumahan terjangkau di daerah
ILUSTRASI. Fasilitas laboratorium PT ChemStar Indonesia Tbk (CHEM), perusahaan perdagangan dan manufaktur bahan kimia untuk industri tekstil.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Perusahaan pengembang properti Indonesia, Ciputra Group, mengaku tidak tertarik untuk membangun gedung yang menjulang di kota-kota besar layaknya DKI Jakarta.

Ciputra bilang, pihaknya ingin mengembangkan proyek pembangunan ke daerah-daerah. Ia mengungkapkan, tipe tipe rumah yang akan lebih banyak dibangun adalah tipe rumah yang seharga sekitar Rp 150 juta.

"Kami sistemnya menjemput bola. Membangun sampai ke daerah-daerah, bukan hanya di Jakarta. Kami membangun rumah-rumah yang harganya Rp 150 juta," ujar Ciputra saat ditemui di Gedung BI, Jakarta, Rabu (20/11).

Pemilik Group Ciputra ini mengungkapkan, perusahaannya mempunyai strategi sendiri dalam menciptakan brand, sehingga mudah dikanal oleh berbagai kalangan masyarakat terutama di Indonesia. Ia bilang, caranya adalah dengan membangun lebih banyak sarana properti yang bersifat merakyat dan lebih dibutuhkan oleh orang banyak dan tersebar di daerah-daerah.

Hal ini dilakukan mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah kalangan middle income. Ia mencontohkan, salah satu produk kebanggaan yang saat ini menjadi favorit masyarakat adalah Ciputra World.

"Jadi kami membangun project-project yang disukai masyarakat dan menjamin kebutuhan masyarakat. Jadi masyarakat puas membeli produk kami," jelasnya.

Karena itu, ia mengaku tidak tertarik membangun gedung-gedung bertingkat tinggi, sebagaimana sebagian besar pengembang properti dunia saat ini. "Proyek gedung tertinggi itu atas unsur prestige (gengsi), itu besar sekali. Gedung yang tertinggi itu bagus, tapi kami tidak mencari (gengsi) melalui gedung yang tertinggi. Kami ingin melalui prestasi kami," ucap Ciputra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×