kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Colorpak (CLPI) proyeksikan pendapatan Rp 850 miliar tahun ini


Selasa, 18 Juni 2019 / 15:26 WIB
Colorpak (CLPI) proyeksikan pendapatan Rp 850 miliar tahun ini

Reporter: Agung Hidayat | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen tinta kemasan fleksibel, PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) terus menggenjot kinerja bisnisnya tahun ini. Meski demikian, perusahaan mewaspadai jika terjadi fluktuasi kurs yang tinggi dan lonjakan harga minyak bumi.

Antoni Gunawan, Direktur CLPI bilang kedua hal tersebut mempengaruhi profitabilitas perseroan sepanjang tahun kemarin. Walaupun dari segi penjualan, baik nilai dan volume mengalami peningkatan yang signifikan tiap tahunnya.


Mengintip laporan keuangan CLPI di kuartal-I 2019, penjualan perseroan tercatat sebanyak Rp 210,08 miliar atau tumbuh 27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 165,53 miliar. "Kuartal pertama ini ada perbaikan dengan adanya peningkatan penjualan, dan kurs dirasakan lebih stabil," ungkap Antoni saat paparan publik perseroan, Selasa (18/6).

Sementara itu beban pokok penjualan turut meningkat, namun masih tampak wajar yakni tumbuh 25,2% year on year (yoy) di kuartal-I 2019 menjadi Rp 181,64 miliar. Sehingga, kata Antoni, gross profit perseroan masih dapat bertumbuh.

Dimana laba kotor kuartal-I 2019 masih dapat diamankan senilai Rp 28,43 miliar atau naik 38,6% dibanding periode yang sama tahun kemarin Rp 20,51 miliar. Perusahaan juga memperoleh laba selisih kurs senilai Rp 3,57 miliar selama tiga bulan pertama tahun 2019 ini.

Hal ini menyebabkan laba bersih CLPI terkerek naik menjadi 87% yoy, dari Rp 8,26 miliar di kuartal-I 2018 menjadi Rp 15,5 miliar di kuartal-I 2019. "Kami tidak berharap kurs yang ideal seperti apa, yang kami harapkan nilai tukar rupiah dapat berjalan stabil begitu pula dengan harga minyak dunia," terang Antoni.

Dengan memperhatikan raihan kuartal pertama ini, manajemen memproyeksikan pendapatan bersih senilai Rp 850 miliar di tahun ini atau tumbuh sekitar 8,9% dibandingkan tahun 2018 kemarin yang berjumlah Rp 780 miliar. Sementara untuk laba kotor dan bottomline, CLPI bakal memperkirakan capaiannya masing-masing Rp 128 miliar dan Rp 70 miliar.

Untuk itu kata Antoni, perseroan memperketat anggaran dan ongkos produksi pabrikan. "Kami akan upayakan apa yang kami bisa, seperti lebih hemat dalam produksi, mencari material yang harganya kompetitif dan menjaga efisiensi di segala lini," sebutnya.

Sampai kuartal-II tahun ini pendapatan dari segmen gravure printing masih mendominasi bisnis perseroan selain distribusi film dan adhesive. Antoni menyebutkan produk tinta CLPI terserap ke lebih dari 100 pelanggan perusahaan printing kemasan di Jabotabek dan Sumatra.

Saat ini perusahaan memiliki dua pabrik di Surabaya dan Tangerang yang masing-masing mempunyai kapasitas terpasang 750 ton per bulan dan 1.300 ton per bulan. Tahun ini perseroan tidak berencana menambah kapasitas, hanya mengganti beberapa mesin dengan dua unit mesin baru yang memiliki kapasitas sama dengan pendahulunya.




TERBARU

Close [X]
×