kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

CP Prima (CPRO) targetkan ekspor udang tahun ini naik 50%


Rabu, 19 September 2018 / 21:49 WIB
ILUSTRASI. Tambak Udang CP Prima CPRO


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pakan ternak dan budidaya perikanan PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) menargetkan peningkatan kinerja ekspor udang budidaya mencapai 9.000 ton atau naik 50% dari tahun lalu.

Direktur Utama CPRO Irwan Tirtariyadi, menyatakan kontribusi ekspor udang pada revenue setara 15%-20%, sedangkan ekspor pakan rendah di 1%. Penjualan pakan emiten diutamakan untuk penyerapan dalam negeri.

"Tahun 2017 ekspor udang kita 6.000 ton, tahun ini kita targetkan 8.900 - 9.000 ton, itu artinya naik 50%," kata Irwan, Rabu (19/9).

Mengutip laporan keuangan emiten yang tersedia di laman Bursa Efek Indonesia, pendapatan emiten semester I 2018 dicatat di Rp 3,875 triliun, naik 21,87% dari yoy Rp 3,18 triliun.

Penyumbang terbesar dari sektor pakan senilai Rp 2,96 triliun naik 19,79% yoy, produk makanan senilai Rp 705,07 miliar naik 32,57%, benur senilai Rp 181,22 miliar naik dan produk lain-lain di Rp 29,63 miliar.

Ekspor udang vaname CPRO utamanya diperuntukkan untuk pasar Amerika Serikat dan Jepang. Adapun berkat fluktuasi rupiah terhadap dollar memberi efek positif pada sisi revenue ke emiten.

Kenaikan target ekspor ini lantaran CPRO menilai upaya perbaikan pola budidaya telah berjalan baik sehingga produksi udang emiten jadi lebih konsisten dan meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×