kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Cuaca membaik, produksi cabai diharapkan bisa naik 20% tahun ini


Kamis, 31 Maret 2011 / 16:07 WIB
ILUSTRASI. Investasi


Reporter: Evilin Falanta | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Akibat cuaca yang lebih bersahabat ketimbang tahun lalu, produksi cabai di 2011 diprediksi bisa meningkat 20% dibanding 2010. Tahun lalu, produksi cabai nasional sebanyak 1,3 juta ton. Artinya, tahun ini akan ada kenaikan produksi cabai sebanyak 260.000 ton sehingga produksi nasional akan mencapai 1,56 juta ton.

Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI) Dadi Sudiana menyatakan, melihat kondisi cuaca saat ini ketika musim panen pada April dan Mei mendatang, produksi cabai bisa meningkat. "saat ini saya lagi mengumpulkan data dari Banyuwangi, Jember dan Kediri," ujarnya.

Dengan naiknya pasokan, tentu akan menurunkan harga cabai di pasaran. Berdasarkan harga rata-rata nasional dari Kementerian Perdagangan, di Maret 2011 harga cabai sebesar Rp 27.996 per kilogram (kg) atau turun 25,6% dari harga rata-rata di bulan Februari yang sempat mencapai Rp 37.642 per kg. Sementara itu, pasokan cabai nasional selama bulan Maret sudah mencapai 2,346 ton.

Mahendra Siregar Wakil Menteri Perdagangan menyatakan, harga cabai yang sudah mulai turun membuat harga cabai menyumbangkan deflasi di Februari dan Maret 2011. "Padahal tahun lalu, naiknya harga cabai dan bahan pokok lainnya menjadi penyebab inflasi kita tinggi," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×