kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Curah Hujan yang Tinggi Susutkan Produksi Bawang Merah


Selasa, 18 Mei 2010 / 07:38 WIB


Reporter: Amailia Putri Hasniawati |

JAKARTA. Harga bawang merah berpotensi kembali menjulang mengingat musim penghujan yang tidak kunjung reda. Pasalnya, di musim hujan, volume produksi tidak akan maksimal karena tanaman cenderung cepat rusak dan terganggunya proses pasca panen pun terganggu.

Ujung-ujungnya, tingkat produktivitas pun akan menyusut. Misalnya di sejumlah sentra Jawa Timur seperti Brebes, Nganjuk, Probolinggo; biasanya per hektar produktivitas bisa mencapai hingga 20 ton. Namun, saat musim hujan hanya sekitar 13-14 ton per hektare.

Selain itu, di pasca panen petani musti menjemur bawang merahnya sebelum menjual, proses penjemuran itu memakan waktu sekitar 7-10 hari. Di musim hujan, penjemuran tidak akan maksimal.

Imbas dari keseluruhan kondisi ini, biaya produksi petani juga akan bertambah karena harus menyediakan dana lebih untuk pestisida guna meminimalisir hama yang kian berkembang di musim hujan.

"Kemungkinan harga akan naik sampai 30% kalau terus hujan, tapi tetap pendapatan petani tidak naik, karena biaya produksinya juga naik," kata Ketua Asosiasi Perbenihan Bawang Merah Indonesia (APBMI) Akad.

Asal tahu saja, harga bawang merah menunjukkan tren meningkat hingga 100% sejak Januari hingga pertengahan Mei 2010. Penyebabnya adalah stok yang kian menipis serta adanya pengetatan persyaratan impor bawang.

Saat ini harga bawang merah lokal di tingkat petani berada di kisaran Rp 6.000-Rp 7.000 per kg, naik lebih dari 100% dari harga di awal-awal tahun 2010 yang hanya Rp 3.000-Rp 3.500 per kg. Kenaikan tersebut terjadi hampir di seluruh sentra bawang merah seperti Brebes, Nganjuk dan Cirebon.

Melonjaknya harga yang signifikan tersebut mulai terjadi pada Maret 2010, tak pelak jika umbi lapis ini merupakan salah satu penyumbang inflasi di bulan April kemarin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×