kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.869   -66,00   -0,37%
  • IDX 5.858   -37,68   -0,64%
  • KOMPAS100 759   -4,99   -0,65%
  • LQ45 579   -5,22   -0,89%
  • ISSI 203   0,15   0,07%
  • IDX30 328   -3,07   -0,93%
  • IDXHIDIV20 403   -4,27   -1,05%
  • IDX80 86   -0,58   -0,67%
  • IDXV30 109   -0,59   -0,54%
  • IDXQ30 106   -1,15   -1,08%

Dahlan harap presiden baru ambil alih Blok Mahakam


Sabtu, 17 Mei 2014 / 11:30 WIB
ILUSTRASI. KPR Subsidi: Suasana sebuah komplek rumah subsidi di Bogor, Jawa Barat, Senin (12/12/2022). KONTAN/Baihaki/12/12/2022


Sumber: TribunNews.com | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan melontarkan pernyataannya terkait akan berakhirnya kontrak kerjasama penambangan minyak dan gas alam di Blok Mahakam, Kalimantan Timur.

Pada saat ini Blok Mahakam masih dikuasai perusahaan asing hingga 2017. Menurut Dahlan permasalahan ini diserahkan ke pemerintah baru. Ia tidak mau adanya anggapan miring, mengambil kesempatan dalam kesempitan.

Masyarakat mengharapkan kontrak kerjasama ini tidak diperpanjang sehingga bisa diambil alih tahun 2017. Pernyataan ini sampaikan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat (16/5/2014).

Ia mengharapkan pemerintahan baru bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan cepat. Pertamina sebagai satu-satunya BUMN diharapkan bisa mengambil alih pengelolaan minyak tersebut.  "Sebaiknya pemerintah baru yang mengambil keputusan karena masa jabatannya pemerintahan lama akan berakhir,"ujarnya.

Dahlan mengapresiasi Pertamina sebagai elemen penting. Pertamina dianggap mampu secara pendanaan, teknologi, Sumber Daya Manusia (SDM) maupun manajemen. "Tujuan pengelolaan diambil alih Pertamina yaitu bisa meningkatkan daya saing Indonesia,"ujarnya. (Fajar Anjungroso)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×