kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.894   -6,00   -0,04%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Daihatsu bertahan dengan teknologi konvensional


Selasa, 24 Mei 2016 / 14:08 WIB
Daihatsu bertahan dengan teknologi konvensional


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Perhatian atas lingkungan hidup menekan industri otomotif agar menghasilkan mobil-mobil yang semakin ramah lingkungan. Berbagai alternatif, meski terkadang tidak selalu positif, sudah coba dilakukan pemain global. Buat Daihatsu sebagai bagian grup Toyota, pilihannya adalah mengembangkan teknologi mesin konvensional.

Sampai saat ini setidaknya ada empat jenis pengembangan mesin, yakni satu pembakaran dalam yang konvensional, hibrida, bertenaga listrik, dan fuel cell. Semakin canggih teknologinya berarti pengembangan dan harga jual di pasar semakin mahal.

Dalam piramida strategi bisnis grup Toyota, Daihatsu berada paling bawah. Artinya, Daihatsu bermasin di bagian pasar paling besar yang menginginkan mobil harga terjangkau. Maka itu untuk menghasilkan mobil dengan standar emisi rendah, Daihatsu memilih tetap pakai cara lama.

“Sampai saat ini sebagai grup Toyota kan sudah dipersiapkan. Daihatsu bermain di mesin konvensional karena itu memberikan harga mobil yang sangat masuk akal. Kita engga akan bermain ke mobil listrik, saat ini, tapi ujungnya nanti ke fuel cell,” ujar Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor, di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Jumat (20/5/2016).

Salah satu contoh usaha Daihatsu yang sudah dilakukan yakni meluncurkan Mira e:S di Jepang pada 2011. Mobil saudara Ayla ini menghasilkan efisiensi bahan bakar bensin sekelas atau bahkan di atas hibrida, yaitu sampai 30 km/l. Poin menariknya, mobil ini dijual 795.000 yen (Rp 99 juta).

Penulis    : Febri Ardani Saragih

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×