kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.995   51,00   0,28%
  • IDX 5.863   -136,05   -2,27%
  • KOMPAS100 760   -17,86   -2,30%
  • LQ45 577   -10,36   -1,76%
  • ISSI 203   -5,54   -2,66%
  • IDX30 327   -5,72   -1,72%
  • IDXHIDIV20 402   -6,92   -1,69%
  • IDX80 86   -1,99   -2,26%
  • IDXV30 109   -1,95   -1,75%
  • IDXQ30 105   -1,73   -1,62%

Dampak investasi Mamin akan mulai terasa di 2016


Minggu, 27 Desember 2015 / 17:37 WIB


Reporter: Mimi Silvia | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Di tahun depan, industri makanan dan minuman (Mamin) diharapkan tumbuh sebesar 7,4-7,8%. Target tersebut bisa tercapai salah satunya karena realisasi investasi yang cukup besar.

Mengacu data BKPM realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada kuartal III-2015 sudah hampir menyamai tahun lalu. "Tahun lalu realisasi sampai akhir tahun mencapai Rp 19 triliun," kata Adhi S. Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) belum lama.

Investasi dari PMDN di sektor industri makanan dari Januari-September tahun ini sebesar Rp 18,1 triliun untuk ekspansi 628 proyek. Nah, menurut Adhi realisasi yang dilakukan tersebut cukup beragam, mulai dari perluasan pabrik sampai pembangunan pabrik baru.

Selain dari PMDN, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Januari-September 2015 juga cukup besar, yakni mencapai US$ 1,16 miliar. Dana tersebut untuk ekspansi 886 proyek.

Menurut Adhi, realisasi investasi tersebut bakal mulai terasa dampaknya di tahun depan. Seiring dengan meningkatnya investasi, Adhi pun yakin porsi ekspor bakal semakin besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×