kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.806   -22,00   -0,13%
  • IDX 8.074   41,84   0,52%
  • KOMPAS100 1.138   6,24   0,55%
  • LQ45 824   3,46   0,42%
  • ISSI 286   2,44   0,86%
  • IDX30 429   2,29   0,54%
  • IDXHIDIV20 515   2,36   0,46%
  • IDX80 127   0,61   0,48%
  • IDXV30 140   0,68   0,49%
  • IDXQ30 139   0,42   0,31%

Dampak investasi Mamin akan mulai terasa di 2016


Minggu, 27 Desember 2015 / 17:37 WIB
Dampak investasi Mamin akan mulai terasa di 2016


Reporter: Mimi Silvia | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Di tahun depan, industri makanan dan minuman (Mamin) diharapkan tumbuh sebesar 7,4-7,8%. Target tersebut bisa tercapai salah satunya karena realisasi investasi yang cukup besar.

Mengacu data BKPM realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada kuartal III-2015 sudah hampir menyamai tahun lalu. "Tahun lalu realisasi sampai akhir tahun mencapai Rp 19 triliun," kata Adhi S. Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) belum lama.

Investasi dari PMDN di sektor industri makanan dari Januari-September tahun ini sebesar Rp 18,1 triliun untuk ekspansi 628 proyek. Nah, menurut Adhi realisasi yang dilakukan tersebut cukup beragam, mulai dari perluasan pabrik sampai pembangunan pabrik baru.

Selain dari PMDN, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Januari-September 2015 juga cukup besar, yakni mencapai US$ 1,16 miliar. Dana tersebut untuk ekspansi 886 proyek.

Menurut Adhi, realisasi investasi tersebut bakal mulai terasa dampaknya di tahun depan. Seiring dengan meningkatnya investasi, Adhi pun yakin porsi ekspor bakal semakin besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×