kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Dampak virus corona meluas sampai pada proyek pembangkit listrik


Minggu, 08 Maret 2020 / 21:29 WIB
Dampak virus corona meluas sampai pada proyek pembangkit listrik
ILUSTRASI. Maket PLTU Lontar dipajang dengan latar belakang pembangunan proyek PLTU Lontar unit 4 di Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Tangerang, Banten, Jumat (10/6).


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Dampak virus Corona telah menyengat berbagai sektor, tak terkecuali energi. Wabah yang bermula dari China ini juga ikut menghambat proyek ketenagalistrikan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan ada sejumlah proyek listrik yang jadwal operasionalnya terancam meleset dari target akibat terdampak Corona.

Baca Juga: Jadwal operasional pembangkit terganggu wabah corona, ini tanggapan PLN

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, penundaan jadwal operasional sejumlah pembangkit itu memang sangat dimungkinkan, mengingat banyak proyek yang dikerjakan oleh pengembang dari China.

Fabby menyebut, keterlambatan terjadi seiring dengan terhambatnya pengiriman material atau komponen pembangkit.

"Penundaan ini sangat mungkin terjadi. Bisa terlambat karena kendala produksi dan pengiriman barang serta orang," kata Fabby kepada Kontan.co.id, Minggu (8/3).

Fabby mengatakan, gangguan proyek dan penundaan jadwal operasi memang sulit diprediksi. Menurutnya, tingkat gangguan pun akan bervariasi tergantung dari jenis dan tahapan proyek yang sedang dan akan dikerjakan. Apalagi, katanya, tidak semua proyek pembangkit khususnya dalam program 35.000 MW berasal dari China.

Baca Juga: Perusahaan Gas Negara (PGAS) akan optimalkan penggunaan gas bumi untuk transportasi

Pengamat Energi dari Universitas Indonesia Iwa Garniwa juga memprediksi hal serupa. Iwan bilang wabah Corona diprediksi akan berdampak lebih dalam terhadap pertumbuhan ekonomi dan industri yang secara otomatis bisa menurunkan serapan listrik.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×