kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.850   -40,00   -0,22%
  • IDX 6.337   35,43   0,56%
  • KOMPAS100 829   6,30   0,77%
  • LQ45 632   4,70   0,75%
  • ISSI 219   2,04   0,94%
  • IDX30 353   2,32   0,66%
  • IDXHIDIV20 429   1,61   0,38%
  • IDX80 95   0,70   0,74%
  • IDXV30 118   0,79   0,67%
  • IDXQ30 112   0,56   0,50%

Strategi Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Bisnis Semen Rendah Karbon


Jumat, 14 Agustus 2026 / 12:26 WIB
Strategi Semen Indonesia (SMGR) Perkuat Bisnis Semen Rendah Karbon
ILUSTRASI. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG terus mendorong bisnis semen rendah karbon di tengah tuntutan industri konstruksi untuk menekan jejak emisi. (dok/SIG)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG terus mendorong bisnis semen rendah karbon di tengah tuntutan industri konstruksi untuk menekan jejak emisi.

Strategi tersebut mulai tercermin dari penurunan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) Scope 1 sebesar 21% dibandingkan baseline 2010.

Penurunan emisi menjadi bagian dari strategi SIG memperkuat daya saing bisnis melalui pengembangan produk dan proses produksi yang lebih ramah lingkungan.

Corporate Secretary Semen Indonesia, Vita Mahreyni, mengatakan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan.

“ESG bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi merupakan competitive advantage untuk kesuksesan perusahaan di masa depan,” kata Vita dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Brantas Abipraya Kebut Proyek Sekolah Rakyat, Ribuan Pekerja Dikerahkan

Salah satu strategi utama SIG adalah memperbesar portofolio semen hijau. Produk tersebut menggunakan material dan proses produksi yang lebih ramah lingkungan, dengan emisi karbon hingga 38% lebih rendah dibandingkan semen konvensional, tanpa mengabaikan standar kualitas sesuai peruntukannya.

SIG juga menekan emisi dari sisi proses produksi dengan meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif. Sumbernya antara lain limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).

Sepanjang 2025, pemanfaatan bahan bakar alternatif SIG meningkat 24% menjadi 681.000 ton. Penggunaan bahan bakar alternatif tersebut setara dengan pengurangan konsumsi batu bara hingga 467.000 ton dan mendorong thermal substitution rate (TSR) menjadi 9,77%.

 

Di sisi energi, SIG memperluas penggunaan sumber energi yang lebih bersih melalui pemasangan panel surya di sejumlah unit operasional. Perusahaan juga memanfaatkan teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengubah panas buang dari proses produksi menjadi listrik.

Selain penurunan emisi Scope 1 sebesar 21%, SIG mencatat penurunan emisi Scope 2 sebesar 15% dibandingkan baseline 2019.

Untuk menjaga konsistensi strategi tersebut, SIG menjalankan Sustainability Roadmap 2030 yang menjadi acuan dalam menetapkan strategi, indikator, dan target keberlanjutan. Implementasinya dikawal melalui Komite Keberlanjutan agar aspek ESG tetap terintegrasi dengan pengelolaan bisnis.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Genjot Bisnis Non-Semen, Bidik 89% Potensi Material Konstruksi

Kinerja ESG SIG juga tercermin dalam penilaian eksternal. Perusahaan memperoleh ESG Rating 2025 dengan predikat Medium Risk dan skor 25 dari Sustainalytics. SIG juga mencatat skor 49 dalam Corporate Sustainability Assessment (CSA) S&P dan S&P ESG Rating.

Atas konsistensi tersebut, SIG meraih ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI untuk kategori Listed Company pada sektor Capital Market. Penghargaan tersebut diberikan pada 6 Agustus 2026 di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×