kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dari 24 juta pelanggan listrik 450 VA, hanya 9,8 juta yang berhak terima subsidi


Jumat, 04 Juni 2021 / 19:08 WIB
Dari 24 juta pelanggan listrik 450 VA, hanya 9,8 juta yang berhak terima subsidi
ILUSTRASI. Dari 24 juta pelanggan listrik 450 VA, hanya 9,8 juta yang berhak menerima subsidi.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)  tengah melakukan pemilahan data pelanggan 450 VA demi memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, keputusan final memang belum diambil namun pihaknya telah menyiapkan data-data yang dibutuhkan.

"Jadi ini belum diputuskan, tapi kami sebagai pelaksana sudah siapkan data-datanya. Ini untuk kepentingan penyaluran subsidi yang tepat sasaran, pemerintah nggak punya niat untuk turunkan subsidinya," ujar Rida dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/6).

Baca Juga: Catat! Stimulus diskon listrik dihentikan Juli 2021 mendatang

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan,  pemadanan kelompok pelanggan 450 VA dan 900 VA sejatinya telah dilakukan sejak 2016 silam.

Namun, untuk memperbaharui data maka pemadanan dilakukan setiap tahunnya.

Adapun, untuk rencana perubahan skema subsidi ditahun 2022 mendatang, pemadanan data dilakukan dengan menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.

Bob memastikan, pemadanan data yang tengah berlangsung diharapkan rampung pada akhir bulan ini. "Kalau kita melihat, dari 24 juta pelanggan 450 VA, hanya 9,8 juta yang terdaftar pada DTKS. Kalau yang ada di DTKS artinya berhak," kata Bob.

Selanjutnya: Kementerian ESDM sebut listrik listrik 450 VA mulai tahun hanya untuk golongan ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×