Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. MMS Group Indonesia (MMSGI) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada perluasan akses pendidikan, peningkatan fasilitas belajar, hingga pengembangan kapasitas siswa dan tenaga pendidik.
Teranyar, MMSGI meluncurkan program CSR Bigger Dream 202 dengan menggandeng Yayasan Life After Mine (LINE). Program ini menyasar dua sekolah di Jakarta Timur, yaitu Yayasan Pendidikan Citra Dharma di Cipayung dan Yayasan Ziyadatul Arqom di Jatinegara. Kedua sekolah tersebut secara keseluruhan menaungi 355 siswa dan 69 guru dari jenjang pendidikan SD hingga SMK.
Program CSR Bigger Dream merupakan inisiatif sosial MMSGI yang berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan belajar melalui perbaikan fasilitas pendidikan dan penguatan kapasitas siswa dengan melibatkan relawan karyawan.
Baca Juga: MMS Group Perkuat Dukungan ke Sektor Pendidikan
CEO MMSGI Sendy Greti mengatakan perluasan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan dampak sosial berkelanjutan di bidang pendidikan. “Setelah dilaksanakan di Cilincing, Jakarta Utara pada 2025, tahun ini program diperluas ke Jakarta Timur dengan menjangkau dua sekolah,” kata Sendy dalam keterangannya, Jumat (13/3).
Program Bigger Dream sebelumnya dijalankan di Yayasan Syarif Hidayatullah, Cilincing, sepanjang 2025 hingga awal 2026 melalui tiga fase kegiatan, meliputi peningkatan fasilitas sekolah dan pengembangan kapasitas siswa.
Program ini melibatkan 185 karyawan MMSGI sebagai donatur dan relawan. Bersama Yayasan LINE, MMSGI merealisasikan renovasi 10 fasilitas sekolah yang terdiri dari delapan ruang kelas dan dua fasilitas sanitasi. Sebanyak 232 penerima manfaat terlibat dalam program ini, terdiri dari 207 siswa lintas jenjang dan 25 tenaga pengajar.
Baca Juga: Tren Edukasi Usia Dini Naik, Model Kemitraan Jadi Andalan Ekspansi Lembaga Pendidikan
Selain renovasi fasilitas, program ini menghadirkan kegiatan pengembangan kapasitas siswa, seperti storytelling untuk siswa SD, pembuatan vision board bagi siswa SMP, serta pelatihan kewirausahaan berbasis business model canvas bagi siswa SMK.
Ketua Yayasan LINE Mochamad Bihar menilai kolaborasi antara dunia usaha, yayasan sosial, dan institusi pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan dampak sosial berkelanjutan.
Pada pelaksanaan sebelumnya, total donasi yang dihimpun dari perusahaan dan karyawan mencapai sekitar Rp 1,012 miliar. Melalui Bigger Dream 2026, MMSGI berharap program ini terus berkembang dan memperluas dampak bagi dunia pendidikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













