Reporter: Namira Daufina | Editor: Anastasia Lilin Yuliantina
JAKARTA. PT Datascrip bakal getol memasarkan produk printer dan scanner berteknologi tiga dimensi (3D) tahun depan. Sasaran mereka adalah pasar korporasi.
Perusahaan itu mengejar penjualan dua kali lebih banyak pada 2015 dibandingkan rata-rata penjualan per tahun. Datascrip mengklaim melego 19 unit printer 3D dan lima unit scanner 3D per tahun. Berarti target penjualan 2015 sekitar 38 unit printer 3D dan 10 unit scanner 3D.
Volume penjualan per tahun itu bisa dibilang kecil, jika dibandingkan dengan kali pertama perusahaan ini terjun menjajakan produk 3D sejak 2007. Mary Oetomo, Direktur Datascrip beralasan, penjualan tak banyak karena segmen pasar produk 3D memang cukup sempit.
Namun, Mary menambahkan, volume penjualan itu berbanding terbalik dengan harga jual produk. "Ibaratnya harga sebuah produk 3D setara dengan harga 10 produk konsumen (non korporasi)," ujar Mary tanpa menyebutkan nilai penjualan, kepada KONTAN, Senin (24/11).
Yang pasti, sejauh ini peminat produk 3D itu adalah pasar korporasi. Datascrip sudah menggaet Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum serta 13 kepolisian daerah (polda). Sementara perusahaan swasta yang sudah memanfaatkan produk 3D yang dijajakan perusahaan itu berlatar belakang sektor konstruksi, infrastruktur, sosial serta minyak dan gas. Komposisi pelanggan perusahaan swasta dan pemerintah sama besar.
Sementara mengenai kontribusi kepada pendapatan Datascrip, Mary menyatakan kontribusinya tak besar. "Enggak bisa dibandingkan dengan produk konsumen, tapi yang pasti menjanjikan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News