kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

DEN: Pengembangan CNG Strategi Diversifikasi Energi untuk Tekan Impor LPG


Senin, 18 Mei 2026 / 15:59 WIB
DEN: Pengembangan CNG Strategi Diversifikasi Energi untuk Tekan Impor LPG
ILUSTRASI. Strategi diversifikasi energi dengan CNG bisa jadi solusi


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Energi Nasional (DEN) menilai langkah pemerintah memacu pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) merupakan strategi tepat dalam mempercepat diversifikasi energi. Opsi ini dinilai strategis untuk menekan ketergantungan terhadap impor serta beban subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Anggota DEN Saleh Abdurrahman mengatakan bahwa pengembangan CNG ini sejalan dengan arah kebijakan energi nasional guna mengoptimalkan potensi gas bumi domestik.

"CNG adalah bagian dari kebijakan diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG," ujarnya saat kepada Kontan.co.id, Senin (18/5/2026).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya menegaskan, rencana penjualan CNG kemasan 3 kg ini bukan ditujukan untuk menggantikan peran LPG secara total, melainkan sebagai produk alternatif bagi masyarakat. Untuk tahap awal, pemerintah bakal memprioritaskan wilayah dengan infrastruktur gas yang paling siap.

Baca Juga: Biaya Logistik Tinggi, Pemerataan Industri Dinilai Jadi Solusi

"Seperti disampaikan oleh pemerintah bahwa dalam tahap awal akan dipusatkan di kota-kota besar di pulau Jawa dan kalau ini bisa dioptimalkan tentu akan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG dan juga diharapkan bisa mengurangi subsidi," jelas Saleh.

Guna memastikan keandalan pasokan dan kelancaran distribusi ke konsumen, Saleh turut mendorong keterlibatan pelaku usaha. Sektor privat diharapkan mampu mempercepat pembentukan ekosistem CNG dari sektor hulu hingga hilir.

"Peran serta swasta tentu diharapkan juga bisa turut berkontribusi dalam berbagai rantai pasok dari hulu ke hilir penjualan CNG," tambahnya.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan Dimethyl Ether (DME) sebagai opsi alternatif LPG lainnya. Saleh menilai kehadiran CNG maupun DME tidak perlu dipertentangkan karena keduanya saling melengkapi proses transisi energi. 

"Baik CNG maupun DME merupakan bagian dari diversifikasi energi. Jadi diharapkan ke depan DME juga dapat menjadi lebih ekonomis dan bisa menjadi bagian dari pengganti LPG," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×