kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

DEN: Pengembangan CNG Strategi Diversifikasi Energi untuk Tekan Impor LPG


Senin, 18 Mei 2026 / 15:59 WIB
DEN: Pengembangan CNG Strategi Diversifikasi Energi untuk Tekan Impor LPG
ILUSTRASI. Strategi diversifikasi energi dengan CNG bisa jadi solusi


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dewan Energi Nasional (DEN) menilai langkah pemerintah memacu pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) merupakan strategi tepat dalam mempercepat diversifikasi energi. Opsi ini dinilai strategis untuk menekan ketergantungan terhadap impor serta beban subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Anggota DEN Saleh Abdurrahman mengatakan bahwa pengembangan CNG ini sejalan dengan arah kebijakan energi nasional guna mengoptimalkan potensi gas bumi domestik.

"CNG adalah bagian dari kebijakan diversifikasi energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG," ujarnya saat kepada Kontan.co.id, Senin (18/5/2026).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya menegaskan, rencana penjualan CNG kemasan 3 kg ini bukan ditujukan untuk menggantikan peran LPG secara total, melainkan sebagai produk alternatif bagi masyarakat. Untuk tahap awal, pemerintah bakal memprioritaskan wilayah dengan infrastruktur gas yang paling siap.

Baca Juga: Biaya Logistik Tinggi, Pemerataan Industri Dinilai Jadi Solusi

"Seperti disampaikan oleh pemerintah bahwa dalam tahap awal akan dipusatkan di kota-kota besar di pulau Jawa dan kalau ini bisa dioptimalkan tentu akan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG dan juga diharapkan bisa mengurangi subsidi," jelas Saleh.

Guna memastikan keandalan pasokan dan kelancaran distribusi ke konsumen, Saleh turut mendorong keterlibatan pelaku usaha. Sektor privat diharapkan mampu mempercepat pembentukan ekosistem CNG dari sektor hulu hingga hilir.

"Peran serta swasta tentu diharapkan juga bisa turut berkontribusi dalam berbagai rantai pasok dari hulu ke hilir penjualan CNG," tambahnya.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan Dimethyl Ether (DME) sebagai opsi alternatif LPG lainnya. Saleh menilai kehadiran CNG maupun DME tidak perlu dipertentangkan karena keduanya saling melengkapi proses transisi energi. 

"Baik CNG maupun DME merupakan bagian dari diversifikasi energi. Jadi diharapkan ke depan DME juga dapat menjadi lebih ekonomis dan bisa menjadi bagian dari pengganti LPG," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×