Reporter: Vina Elvira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) masih berupaya menjaga pertumbuhan kinerja hingga akhir 2026 di tengah dinamika kondisi makroekonomi yang menjadi tantangan bagi bisnis perusahaan sepanjang tahun ini.
Direktur Caturkarda Depo Bangunan Caroline Kettin menyatakan, perusahaan tetap menargetkan pertumbuhan pendapatan yang positif sekaligus menjaga margin laba pada tingkat yang sehat hingga akhir tahun.
Optimisme tersebut ditopang oleh permintaan produk bahan bangunan yang dinilai masih solid. Sebelumnya, DEPO diketahui membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 10% pada 2026.
“Melalui strategi adaptasi yang berkesinambungan, kami meyakini Perseroan dapat terus menangkap berbagai peluang pasar dengan baik hingga akhir tahun ini,” ungkap Caroline, kepada Kontan.co.id, belum lama ini.
Hingga kini, DEPO belum merilis laporan kinerja keuangan kuartal III-2026. Adapun pada semester I-2026, DEPO membukukan penjualan sebesar Rp 1,36 triliun, stagnan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: Caturkarda (DEPO) Tahan Target Pertumbuhan 10%, Ini Strategi Hadapi Tahun 2026
Di sisi lain, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 11,83% menjadi Rp 43,05 miliar dari Rp 38,5 miliar pada semester I-2025.
Meski demikian, perusahaan menilai tren penjualan hingga periode berjalan masih relatif stabil. Kenaikan harga bahan bangunan di pasaran juga sejauh ini belum berdampak langsung terhadap keputusan pelanggan untuk menunda belanja.
“Tentu kami terus memantau pergerakan harga dari para pemasok, tapi sejauh ini, antusiasme masyarakat untuk membangun atau merenovasi rumah masih cukup terjaga,” ucapnya.
Caroline menjelaskan, perubahan harga bahan bangunan sepanjang tahun ini cukup dinamis dan terjadi pada sejumlah kategori produk. Pergerakan tersebut bergantung pada faktor bahan baku maupun proses distribusi.
Karena itu, manajemen terus memantau perkembangan harga secara menyeluruh, alih-alih hanya berfokus pada satu atau dua kategori produk.
Dalam menentukan penyesuaian harga jual, DEPO berupaya menjaga agar produk yang ditawarkan tetap terjangkau dan kompetitif. Setiap perubahan harga pun dipertimbangkan secara matang oleh manajemen.
Baca Juga: Hadapi Pelemahan Daya Beli, DEPO Tetap Incar Pertumbuhan pada 2026
“Kami juga berupaya agar operasional kami lebih efisien dan terus bekerjasama dengan para pemasok untuk menekan dampak kenaikan harga tersebut agar tidak memberatkan pelanggan,” tuturnya.
Secara keseluruhan, DEPO menilai kondisi industri ritel bahan bangunan masih cukup menantang. Dinamika makroekonomi turut mendorong masyarakat untuk lebih cermat dalam merencanakan pengeluaran.
Meski begitu, perusahaan masih melihat minat masyarakat terhadap kebutuhan pembangunan dan renovasi tetap terjaga.
Untuk menjaga keseimbangan antara penjualan dan margin laba di tengah kondisi saat ini, manajemen berfokus pada kelancaran operasional serta memastikan ketersediaan barang.
“Kami selalu berusaha menyediakan berbagai pilihan produk dengan harga yang bervariasi, sehingga pelanggan memiliki banyak opsi, tanpa harus mengurangi kualitas pelayanan kami,” pungkasnya.
Baca Juga: Caturkarda Depo Bangunan (DEPO) Sasar Ekspansi Gerai ke Luar Pulau Jawa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














