kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Diberitakan PHK ratusan karyawan di Depok, begini penjelasan Ramayana Lestari (RALS)


Selasa, 14 April 2020 / 15:20 WIB
ILUSTRASI. Belanja ritel toko gerai busana fashion fesyen pakaian Sentosa rals


Reporter: Amalia Fitri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) menyampaikan pihaknya telah mengkomunikasikan kepada seluruh karyawan melalui kepala gerai Ramayana Depok, bahwa operasional toko ditutup sementara dari tanggal 6 April 2020. Sebagai informasi, minggu lalu beredar kabar Ramayana Depok memberhentikan ratusan pekerjanya karena COVID-19.

RALS angkat bicara jika PHK memang telah dilakukan terhadap 84 karyawannya. "Telah disepakati bersama antara perseroan dan karyawan, untuk PHK 84 karyawan, bukan 300 karyawan seperti yang diberitakan. Kami akan mengkaryakan kembali karyawan yang sudah PHK tersebut jika Ramayana Depok beroperasi normal kembali," jelas Suryanto, Direktur Keuangan RALS, dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (14/4).

Baca Juga: Karyawan dirumahkan, Matahari jamin tak lakukan PHK dan tetap bayar gaji

Ia melanjutkan, penutupan gerai Ramayana Depok dilakukan sampai dengan kondisi yang memungkinkan, sebab penyebaran wabah COVID-19 telah melanda seluruh daerah Indonesia.

Pihaknya juga berkata telah memberikan pesangon kepada mereka sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku yang dituangkan dalam "Surat Kesepakatan Bersama" yang ditandatangani oleh Perseroan dan Karyawan.

Baca Juga: Hindari saham-saham ini saat pembatasan sosial skala besar mulai diterapkan

Meski begitu, Suryanto meyakini jika perseroan memiliki dana yang cukup untuk menjamin keberlangsungan hidup perusahaan. “Kami memiliki kas dan setara kas, deposito berjangka, dan investasi jangka pendek yang cukup,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×