Reporter: Vina Elvira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Digital Edge mengumumkan investasi sebesar US$ 4,5 miliar untuk membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berbasis AI dengan kapasitas awal 500MW di GIIC Industrial Estate, Bekasi.
CEO Digital Edge, John Freeman, menjelaskan proyek ini menjadi investasi infrastruktur terbesar perusahaan dan mempertegas komitmennya dalam memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang pesat.
Permintaan kapasitas data center di Indonesia meningkat signifikan seiring pertumbuhan layanan digital, cloud, dan pemanfaatan AI di berbagai industri.
Baca Juga: J&T Express Global Catat Volume Pengiriman Capai 30,13 Miliar Paket Sepanjang 2025
“Dengan potensi ekspansi hingga 1GW, CGK Campus dirancang untuk menjadi salah satu fasilitas hyperscale terbesar dan paling strategis di Indonesia,” ungkap John, dalam siaran pers, Rabu (28/1/2026).
CGK Campus dirancang dengan standar efisiensi dan keberlanjutan tingkat tinggi, mulai dari target annualized PUE 1,25 yang menjadi salah satu terbaik di kelas hyperscale, penerapan teknologi direct?to?chip liquid cooling untuk mendukung beban kerja AI berintensitas tinggi, hingga penggunaan sistem daur ulang air dan integrasi energi terbarukan.
Dia melanjutkan, fasilitas ini mengusung arsitektur carrier neutral untuk memastikan fleksibilitas konektivitas dan akses ke ekosistem jaringan yang lebih luas.
Berlokasi kurang dari 15 km dari klaster data center utama di kawasan dan sekitar 40 km dari fasilitas data center EDGE1 dan EDGE2, lokasi kampus ini menawarkan konektivitas latensi rendah ke pusat bisnis Jakarta.
Pembangunan proyek ini dilakukan secara bertahap. Untuk gedung pertama ditargetkan siap beroperasi di kuartal IV-2026, kemudian diikuti gedung kedua pada kuartal I dan kuartal II tahun depan.
Menurut Stephanus Oscar, CEO Digital Edge Indonesia, kebutuhan infrastruktur digital nasional telah tumbuh lebih cepat dari ketersediaannya. Adapun, CGK Campus hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan kapasitas 500MW yang berkelanjutan, siap untuk deployment hyperscale dan AI dalam skala besar.
Baca Juga: Harga Timah Global Melonjak 50% dalam Tiga Bulan, Pasokan Ketat Jadi Pemicu
“Kampus ini akan ditopang oleh jaringan fiber dan infrastruktur Indonet, anak perusahaan Digital Edge di Indonesia. Infrastruktur kami menjadi fondasi konektivitas CGK Campus,” ujar Oscar.
Selanjutnya: Strive Kini Masuk Jajaran 10 Besar Perusahaan Pemegang Bitcoin Terbesar di dunia
Menarik Dibaca: Harga Emas Antam Kamis 29 Januari 2026 Naik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













