kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Dirjen PAUD diminta beli mainan anak ber-SNI


Selasa, 17 Juni 2014 / 12:26 WIB
ILUSTRASI. Botanical Essentials memberikan empat tren kecantikan yang akan happening di tahun 2023.


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian Euis Saedah meminta Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kementerian Pendidikan Nasional untuk membeli mainan anak yang telah penuhi standar nasional Indonesia (SNI).

Euis mengatakan, belanja negara dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk membeli mainan anak untuk PAUD sekitar Rp 400 miliar. "Hampir seluruhnya dibelanjakan untuk mainan anak dari Tiongkok dari pasar Gembrong. Padahal benda itu catnya dan bahan bakunya tidak aman untuk anak-anak," ujar Euis pada Selasa (17/6).

Ia mengatakan saat ini kurang lebih ada 36 juta anak usia bawah lima tahun (balita). Adapun saat ini terdapat sekitar 200 ribu PAUD diseluruh Indonesia. "Mereka ini penerus bangsa, jadi harus dijaga," ujar Euis.

Ia telah meminta dirjen PAUD membeli hanya mainan anak yang telah penuhi SNI, khususnya untuk mainan anak produksi IKM binaan Kemenperin. "Supaya saling menguntungkan juga, melindungi anak-anak sambil menghidup industri kecil menengah kita," ujar Euis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×