kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Disentil Menteri Erick Thohir, begini gambaran bisnis Telkom (TLKM)


Kamis, 13 Februari 2020 / 23:07 WIB
Disentil Menteri Erick Thohir, begini gambaran bisnis Telkom (TLKM)
ILUSTRASI. The logo of Indonesia's largest telecommunications services company PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) is seen at Plasa Telkom building in Jakarta, April 30, 2018. REUTERS/Beawiharta

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir "menyentil" PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom. Ia menilai, dalam era disrupsi teknologi seperti saat ini, Telkom tidak bisa bergantung pada pendapatan dari anak usaha selulernya, yakni PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).

Oleh karena itu, ia berharap Telkom dapat berubah. Salah satunya adalah dengan fokus menggarap lini bisnis big data dan cloud.

Berdasarkan materi public expose Telkom Agustus 2019 lalu, Telkomsel memang menjadi penyumbang terbesar pendapatan BUMN ini. Kontribusinya mencapai 65% dari pendapatan Telkom pada semester I-2019 yang sebesar Rp 69,3 triliun. Secara tahunan, pendapatan Telkomsel tumbuh 5,5%, dari Rp 42,7 triliun menjadi Rp 45,1 triliun.

Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir menyentil gaya bisnis Telkom (TLKM)

Kontributor terbesar kedua pendapatan Telkom berasal dari bisnis segmen enterprise yang mencapai Rp 11,9 triliun atau setara 17,2%.Meskipun begitu, pendapatan segmen ini justru turun 3% secara tahunan.

Disusul oleh bisnis Indihome yang membukukan pendapatan Rp 8,8 triliun atau naik 61,5% year on year (yoy) dan segmen wholesale dan internasional yang sebesar Rp 6 triliun atau naik 37,5% yoy.

Analis Kresna Sekuritas Etta Rusdiana menilai wajar apabila saat ini Telkomsel menjadi kontributor terbesar pendapatan Telkom. Pasalnya, struktur bisnis internet di Indonesia berkebalikan dengan Amerika Serikat.

Di sana, tulang punggung jaringan internet adalah fixed line, sedangkan mobile internet menjadi secondary access. Hal ini membuat tarif layanan seluler per gigabyte jauh lebih mahal dibandingkan dengan fixed line.

Baca Juga: Erick Thohir bakal merombak para petinggi di tiga bank BUMN, bank mana saja?




TERBARU

Close [X]
×