kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Disentil Menteri Erick Thohir, begini gambaran bisnis Telkom (TLKM)


Kamis, 13 Februari 2020 / 23:07 WIB
ILUSTRASI. The logo of Indonesia's largest telecommunications services company PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) is seen at Plasa Telkom building in Jakarta, April 30, 2018. REUTERS/Beawiharta


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yudho Winarto

Sebaliknya, di Indonesia mobile internet justru menjadi tulang punggung internet, sedangkan akses fixed line menjadi hal yang eksklusif.

"Biaya per bulan Rp 300 ribu-an dirasa masih mahal oleh sebagian besar penduduk, sedangkan internet mobile bisa dibeli di bawah Rp 50.000 per bulan," kata Etta saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (13/2).

Meskipun begitu, Etta menilai, Telkom memiliki potensi untuk mengembangkan bisnis fixed line-nya. Pasalnya, permintaan terhadap pemasangan fiber to the home (FTTH) tergolong tinggi. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan pelanggan IndiHome.

Sebagai gambaran, sepanjang sembilan bulan pertama 2019, TLKM berhasil menambah 1,4 juta pelanggan baru. Dengan begitu, total pelanggan IndiHome pada akhir September 2019 menjadi 6,5 juta atau tumbuh 38,3% yoy.

Baca Juga: Cerita Wamen BUMN soal pendapatan Telkom yang dinilai stagnan

"Kalau sudah memasuki era video streaming, memang FTTH yang paling murah. Strateginya tinggal memperluas cakupan, misalnya lewat kerja sama dengan PLN dan harga mulai dari Rp 60.000 per bulan untuk prabayar)," ucap dia.

Di sisi lain, pada tahun ini Telkom memang berencana untuk mengembangkan bisnis-bisnis di luar Telkomsel. Berdasarkan catatan Kontan.co.id, untuk bisnis IndiHome, TLKM menargetkan jumlah pelanggannya pada 2020 bisa mencapai 8 juta.

"Pasarnya masih cukup luas dan kami kan Telkom punya pasukan di seluruh Indonesia. Jadi, pasarnya masih bisa kami penetrasi lebih jauh," kata Direktur Keuangan Telkom Harry M. Zen beberapa waktu lalu.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×