kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Diskon Listrik 50% Berakhir, Cek Biaya Listrik PLN Maret 2025 untuk 900-2.200 VA


Kamis, 03 April 2025 / 02:45 WIB
Diskon Listrik 50% Berakhir, Cek Biaya Listrik PLN Maret 2025 untuk 900-2.200 VA
ILUSTRASI. Program diskon listrik 50 persen yang telah dinikmati masyarakat Indonesia selama dua bulan telah resmi berakhir per Sabtu (1/3/2025). ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra


Sumber: Kompas TV | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sisa Token Listrik Tidak Akan Hangus

Bagi pelanggan prabayar yang masih memiliki sisa kWh dari pembelian dengan harga diskon, tak perlu khawatir.

PLN menegaskan bahwa sisa kWh tersebut tetap dapat digunakan meskipun program diskon telah berakhir.

"Bagi pelanggan prabayar yang memiliki sisa kWh pada kWh meter, kWh tersebut tidak hangus setelah Bulan Februari 2025 dan masih bisa digunakan pada bulan selanjutnya," kata Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN Gregorius Adi Trianto dilansir dari Kompas.com, Kamis (13/2/2025).

Tonton: Skema Power Wheeling Tak Kurangi Monopoli Listrik PLN

Demikian pula dengan nomor token yang belum dimasukkan ke meter, tidak akan hangus.

Namun, perlu diperhatikan bahwa token listrik memiliki masa berlaku hingga 50 kali transaksi berikutnya. Jika melebihi batas tersebut, token bisa kedaluwarsa.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.tv berjudul "Diskon Listrik 50 Persen Berakhir: Ini Biaya Listrik PLN Maret 2025 untuk 900-2.200 VA"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×