kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Dollar melambung, Adhi khawatirkan bisnis properti


Senin, 24 Agustus 2015 / 17:23 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar yang semakin memburuk belakangan ini ternyata turut membuat PT Adhi Karya Tbk was-was. Perusahaan konstruksi pelat merah itu mengaku khawatir hal tersebut akan berpengaruh pada keberlangsungan bisnis propertinya. Depresiasi rupiah dikhawatirkan akan mempengaruhi daya beli masyarakat.

“Properti saya yang berat, daya beli masyarakat turun,” kata Kiswodarmawan, Dirketur Utama PT Adhi Karya Tbk kepada KONTAN, Senin (24/8).

Menurutnya justru daya beli sektor properti ini sudah mulai melemah sejak awal tahun ini. Dalam hitung-hitungannya, geliat bisnis properti baru akan kembali normal di tahun depan setelah kondisi politik dan ekonomi mulai stabil. Setelah semester II ini belanja infrastruktur diperkirakan mulai terealisasi sehingga bisa mendorong daya beli masyarakat.

Ia mengaku lebih mengkhawatirkan sektor usaha propertinya dari pada sektor konstruksinya. Menurutnya persoalan belanja barang di tengah situasi depresiasi rupiah seperti saat ini tidak terlalu berpengaruh banyak. Kalaupun ada kenaikan seperti kenaikan harga besi itu pun hanya berimbas sekitar 5% saja.

“Kalau konstruksi pengaruhnya lebih ke orang yang mau bangun jadi pada gak jadi,” paparnya.

Sayangnya ia enggan merinci bagaimana soal pembatalan tersebut. Kiswo hanya mengatakan walaupun kondisinya seperti ini perseroan masih optimis mengejar target pendapatan di angka Rp 13,8 triliun. Menurutnya di semester II biasanya akan ada banyak kegiatan dan kurvanya justru cenderung menanjak di akhir tahun.

Hingga semester I, Adhi Karya baru mengantongi pendapatan sebesar Rp 3,21 triliun atau tumbuh 0,6% dari periode yang sama tahun lalu. Rinciannya jasa konstruksi menyumbang Rp 2,59 triliun, EPC sebesar Rp 327,3 miliar, properti sebesar Rp 276,22 miliar dan investasi infrastruktur sebesar Rp 23,3 miliar. Sedangkan laba bersih perusahaan meningkat dari Rp 59,91 miliar menjadi Rp 70,436 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×