kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Dua Kapal Pertamina Selamat dari Wilayah Konflik Timur Tengah


Rabu, 11 Maret 2026 / 11:29 WIB
Dua Kapal Pertamina Selamat dari Wilayah Konflik Timur Tengah
ILUSTRASI. Pertamina International Shipping Tambah 3 Tanker Baru untuk Ekspansi Global (Dok/PT Pertamina International Shipping (PIS))


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina International Shipping (PIS) mengungkapkan, dua kapal milik perusahaan berhasil keluar dari wilayah konflik di Timur Tengah.

Keduanya yakni kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan, terdapat empat unit kapal milik perusahaan yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.

Kapal PIS Rinjani dan PIS Paragon telah keluar dari zona konflik.

Baca Juga: PGN Targetkan Volume Niaga Gas 877 BBTUD pada 2026, Dorong Pertumbuhan Industri

Sebelumnya, pada awal perang mencuat di Timur Tengah, kapal PIS Rinjani sedang berlabuh di Khor Fakkan - UAE, sedangkan Kapal PIS Paragon sedang discharge di Oman.

"Dari empat unit kapal milik PIS, dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

Sementara dua unit kapal lainnya masih beroperasi di kawasan Timur Tengah, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya sedang berada di Teluk Arab.

"Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman," kata dia.

Adapun Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party).

Sementara itu, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.

Kendati dua kapal masih tertahan, seiring dua kapal telah keluar dari daerah konflik, Vega memastikan bahwa rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, baik di perairan internasional maupun perairan Indonesia.

Baca Juga: Elnusa (ELSA) Serap Capex Rp 566 Miliar Sepanjang 2025

"Rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya," ucapnya.

Dia menambahkan, Pertamina Group telah berkoordinasi dengan pemerintah dalam menerapkan metode reguler, alternative, dan emergency untuk menentukan rantai pasok yang paling efektif dan aman guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat serta memastikan distribusi berjalan lancar.

Selain itu, PIS terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam secara real-time terhadap posisi semua armada, kru, dan pekerja.

"Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa," tutup Vega.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×