Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan terus melakukan pemantauan intensif untuk menjamin keselamatan pekerja dan kru kapal yang berada di kawasan Timur Tengah di tengah eskalasi konflik.
PIS memiliki kantor cabang di Dubai melalui PIS Middle East (PIS ME) dengan total 30 pekerja beserta keluarganya.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan, seluruh pekerja dan keluarga dalam kondisi aman.
Baca Juga: Ancaman Siber Asia Pasifik Turun Tapi Lebih Kompleks, Ada Modus Baru
Mereka juga mengikuti imbauan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Dubai untuk meningkatkan kewaspadaan dan melapor jika terjadi kondisi darurat.
“Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan pekerja dan kru kapal serta keamanan operasional armada di jalur strategis,” ujarnya melalui keterangan resmi Minggu (1/3/2026).
Empat Kapal di Timur Tengah
PIS melaporkan terdapat empat kapal yang berada di kawasan tersebut, yakni:
- Kapal Gamsunoro di Khor al Zubair, Irak
- Kapal Pertamina Pride yang tengah melakukan proses loading di Ras Tanura
- Kapal PIS Rinjani dalam posisi anchor di Khor Fakkan
- Kapal PIS Paragon di Oman
Baca Juga: AS Incar Mineral Kritis Indonesia, Potensi Penguasaan Pabrik Pemurnian Selain China
Perusahaan juga berkoordinasi dengan pengelola kapal dan otoritas maritim setempat guna meningkatkan kewaspadaan.
Dua kapal yang masih berada di area Teluk adalah Pertamina Pride yang dikelola oleh NYK Line dan Gamsunoro yang dikelola oleh Synergy Ship Management.
“Kedua kapal kami upayakan segera keluar dari area Teluk. Tim armada kami terus berkoordinasi intensif untuk memastikan keselamatan kru dan kapal,” tambah Vega.
PIS menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi keamanan guna menjaga kelancaran distribusi energi tetap berjalan aman dan terkendali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













