kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.970   123,00   0,69%
  • IDX 5.904   -291,18   -4,70%
  • KOMPAS100 783   -41,15   -4,99%
  • LQ45 592   -27,39   -4,42%
  • ISSI 204   -10,24   -4,77%
  • IDX30 336   -13,67   -3,91%
  • IDXHIDIV20 415   -12,91   -3,02%
  • IDX80 89   -4,72   -5,04%
  • IDXV30 114   -4,01   -3,41%
  • IDXQ30 109   -3,68   -3,28%

Pemerintah Negosiasi Keluarkan Dua Kapal Pertamina dari Zona Konflik Timur Tengah


Selasa, 03 Maret 2026 / 21:24 WIB
Pemerintah Negosiasi Keluarkan Dua Kapal Pertamina dari Zona Konflik Timur Tengah
ILUSTRASI. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (KONTAN/Diki Mardiansyah)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan langkah diplomasi untuk memastikan dua kapal tanker milik Pertamina bisa keluar dari kawasan Teluk yang terdampak eskalasi konflik Iran–AS–Israel.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, dua kapal yang sebelumnya melintasi Selat Hormuz kini dalam proses kembali, dan pemerintah berupaya agar keduanya dapat segera keluar dari zona rawan.

“Menyangkut dengan dua kapal yang dari Selat Hormuz yang sekarang lagi balik, tadi juga dibahas oleh Pertamina. Kita lagi upaya diplomasi agar ada cara yang lebih baik untuk mereka bisa dikeluarkan,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga: Kilang Saudi Aramco Terdampak Konflik, RI Siapkan Alternatif Impor LPG

Menurut Bahlil, pemerintah terus berkomunikasi dengan berbagai pihak untukmemastikan keselamatan kapal dan kru. Namun, jika dalam skenario terburuk kapal tersebut tidak dapat segera keluar, pemerintah telah menyiapkan alternatif pasokan minyak mentah (crude).

“Andaikan pun itu tidak dikeluarkan, kita sudah cari alternatif untuk mencari sumber crude dari yang lain dan sudah dapat. Sudah dapat. Kita sudah dapat. Jadi saya pikir itu tidak menjadi sesuatu yang itu problem tapi bukan sesuatu itu masalah yang sangat penting,” katanya.

Di sisi korporasi, PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan terus melakukan pemantauan intensif terhadap armada dan pekerja di kawasan Timur Tengah.

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan, kondisi 30 pekerja dan keluarga di kantor cabang PIS Middle East (PIS ME) di Dubai dalam keadaan aman. Perusahaan juga mengikuti arahan dari KBRI dan KJRI setempat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Bahlil Wanti-Wanti Subsidi Energi Bengkak

Terkait armada, terdapat empat kapal PIS yang berada di kawasan Timur Tengah, yakni Gamsunoro yang sedang proses loading di Khor al Zubair, Irak; Pertamina Pride yang telah selesai loading dan berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi; PIS Rinjani yang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab; serta PIS Paragon yang tengah melakukan discharge di Oman.

Dari empat kapal tersebut, dua kapal masih berada di area Teluk, yakni Pertamina Pride yang dikelola NYK Ship Management dan Gamsunoro yang dikelola Synergy Ship Management. Keduanya dipantau secara real time untuk memastikan keamanan kru dan kapal.

“Sambil terus mengikuti perkembangan selama 24/7, kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” ujar Vega dalam keterangan resmi, Senin (2/3/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×