kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.559   29,00   0,17%
  • IDX 6.745   -114,37   -1,67%
  • KOMPAS100 897   -18,92   -2,07%
  • LQ45 660   -9,54   -1,42%
  • ISSI 244   -4,06   -1,64%
  • IDX30 373   -4,01   -1,06%
  • IDXHIDIV20 456   -5,71   -1,24%
  • IDX80 102   -1,70   -1,63%
  • IDXV30 130   -1,57   -1,20%
  • IDXQ30 119   -1,36   -1,13%

Dua pemenang lelang blok tak ingin gross split


Senin, 20 Maret 2017 / 10:40 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan satu pemenang lagi untuk lelang 14 blok migas pada periode April 2016-April 2017. Alhasil saat ini ada dua pemenang lelang.

"Ada dua pemenang, satu untuk blok reguler dan satu penawaran langsung. Sebenarnya ada satu lagi antara iya atau tidak, dia menawar beda tipis," kata Direktur Pembinaan Hulu Migas Kementerian ESDM Tunggal, Jumat akhir pekan lalu. (17/3) Sayang, Tunggal belum mau menyebut nama blok dan nama perusahaan yang menang. "Saya mau lapor menteri dulu," ujarnya beralasan.

Sejak April 2016 lalu, pemerintah memang membuka lelang 14 blok migas. Perinciannya: tujuh blok migas konvensional reguler, yaitu Blok South CPP, Suremana I, Oti, Manakarra Mamuju, SE Mandar, North Argunim dan Kasuri II. Adapun blok migas konvensional dengan penawaran langsung, yakni Blok Batu Gajah, Kasongan Sampit, Ampuh, Bukit Barat, Ebuny, Onin, dan West Kaimana. Namun terkait blok penawaran langsung ada tiga kandidat, yakni Blok Ebuny, Onin dan West Kaimana. Sementara untuk reguler belum diketahui.

Masalahnya, dari dua pemenang blok migas tersebut belum ada pemenang yang memutuskan untuk menggunakan skema gross split. Makanya, kata Tunggal, pemerintah masih mengarahkan agar pemenang lelang blok migas konvensional tersebut bisa menggunakan skema kontrak bagi hasil gross split, meskipun pelelangan dilakukan sebelum aturan terbit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×