kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Dua perusahaan farmasi domestik produksi obat corona


Minggu, 03 Mei 2020 / 07:15 WIB


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan farmasi berlomba-lomba menciptakan obat dan vaksin virus corona. Termasuk di dalam negeri, sejumlah perusahaan farmasi domestik memproduksi obat pendukung penyembuhan Covid-19.

Salah satunya PT Indofarma Tbk (INAF) yang memproduksi Oseltamivir. Oseltamivir adalah Tamiflu, obat untuk penyembuhan flu burung, tapi saat ini jadi pilihan dari paramedis untuk penyembuhan COVID-19.

Di Indonesia, hanya emiten berkode saham INAF yang memegang izin produksi Oseltamivir. "Kami sudah produksi dan distribusikan 500.000 butir ke Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit  Pemerintah," jelas Direktur Keuangan Indofarma, Herry Triyatno Kamis (30/4).

INAF akan terus memproduksi Oseltamivir. Perusahaan farmasi milik pemerintah ini masih mendatangkan bahan baku dari India.

"Sementara belum dijual di apotik karena produksi masih terbatas, kalau dijual per butirnya sekitar belasan ribu rupiah," terang Herry.

Perusahaan lainnya adalah PT Neumedik Jaya yang produksi obat herbal Avimac untuk mempercepat penyembuhan Corona. Neumedik Jaya merupakan sister company PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), emiten distributor alat kesehatan.

Avimac adalah obat herbal dari tanaman Melaleuca Alternifolia atau tea tree sebagai obat penangkal virus Demam Berdarah (DBD) dan malaria. Pada dasarnya produk ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Obat ini tinggal menunggu izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kalau izin edar sudah keluar, Neumedik Jaya siap untuk produksi sejuta butir obat dalam sebulan atau bahkan dua minggu. Sejauh ini Neumedik sudah produksi sampel obat lebih hingga 63.000 butir," jelas Direktur Itama Ranoraya, Pratoto Raharjo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×