kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Duh! Harga daging sapi tembus Rp 130.000 per kg


Jumat, 20 Juli 2012 / 08:14 WIB
ILUSTRASI. Obat anti parasit Ivermectin produksi Indofarma (INAF).


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

BANDA ACEH. Berbelanja daging sapi menjelang Ramadan sudah menjadi tradisi bagi masyarakat di Aceh. Banyaknya permintaan membuat harga daging sapi di daerahujung Barat Indonesia itu meroket sampai harga Rp 130.000 per kilogram (kg).

Harga yang melambung ini juga dipengaruhi oleh tradisi Meugang menjelang puasa Ramadan, yaitu tradisi masyarakat Aceh menyajikan menu dengan daging sebagai bahan dasar.

"Tidak sah rasanya, jika tidak ada menu masakan daging ketika menyambut Ramadan tiba," ujar Diah, seorang ibu rumah tangga di Banda Aceh, Kamis (19/7). Kondisi yang sama, biasanya terjadi sehari menjelang Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.

Seorang pedagang sapi bisa menghabiskan satu hingga dua sapi dalam sehari, pada saat hari Meugang tiba. Toke Din, seorang pedagang daging sapi di kawasan Beurawe, Banda Aceh, mengaku, puncak Meugang akan terjadi pada H-1 puasa Ramadan.

"Kalau waktu sehari sebelum puasa, harga daging bisa lebih naik lagi karena memang itu waktu-waktu puncak," ungkap Toke Din.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Aceh mengaku tidak mengalami kekurangan stok daging sapi dalam menghadapi Ramadan dan Lebaran tahun ini. Sebagian besar daging sapi yang dijual pedagang berasal dari Aceh. (Daspriani Y Zamzami/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×