Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cargill Indonesia menyalurkan premi sekitar Rp 38,8 miliar kepada lebih dari 7.800 petani kakao yang berpartisipasi dalam program sertifikasi Rainforest Alliance.
Premi ini diberikan sebagai tambahan insentif di luar pendapatan dari penjualan biji kakao dan terkait dengan kepatuhan terhadap standar sertifikasi yang diakui secara internasional, serta merupakan bagian dari program pengadaan kakao perusahaan yang lebih luas.
Adapun penyaluran premi ini mencakup sekitar Rp 35 miliar untuk petani di Sulawesi Tengah dan Rp 3,8 miliar untuk petani di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: Industri Otomotif Domestik Tertekan Gejolak Global, Biaya Produksi Naik
Director Sustainability Food APAC Cargill, Brook Chang mengatakan, melalui investasi pada pelatihan, sertifikasi, serta pembayaran premi ini, pihaknya dapat membantu petani untuk meningkatkan pendapatan dan produktivitas, sekaligus memperkuat keterlacakan dan keandalan pasokan bagi pelanggan dan mitra.
Penyaluran premi ini mencakup sekitar Rp 35 miliar untuk petani di Sulawesi Tengah dan Rp 3,8 miliar untuk petani di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Memberikan dukungan kepada petani sangat penting dalam membangun rantai pasok kakao yang tangguh dan transparan,” ungkapnya dalam siaran pers, Rabu (22/4/2026).
Penyaluran premi ini dilakukan melalui kegiatan Farmer Field Days yang menjadi wadah pertukaran pengetahuan, pembelajaran langsung, serta apresiasi bagi petani berprestasi.
Di Sulawesi Tengah, kegiatan ini diselenggarakan di Poso dan dihadiri oleh sekitar 1.000 petani. Program ini dilaksanakan melalui kemitraan dengan PT Rayner Anugrah Kemurahan (PT RAK).
Baca Juga: Dryport Berbasis Rel Terintegrasi Akan Dibangun di KEK Industropolis Batang
Melalui kemitraan ini, petani mendapatkan pelatihan praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices), pendampingan dan bantuan teknis, serta akses ke sistem keterlacakan digital.
PT RAK juga mengelola enam kebun percontohan dan lima pembibitan yang menghasilkan hingga 30.000 bibit kakao untuk mendukung rehabilitasi dan penanaman kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












