Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gejolak geopolitik global mulai dirasakan oleh pelaku industri otomotif nasional. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menilai kondisi global yang semakin tidak pasti berpotensi mengganggu rantai pasok hingga meningkatkan biaya produksi kendaraan.
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan survei kepada para anggota terkait dampak situasi global yang kian volatil, terutama akibat konflik yang memicu kenaikan harga bahan baku.
"Dengan situasi yang sudah cukup volatile saat ini, harga bahan baku lain karena adanya perang. Sesaat ini memang itu ditengarai sebagai potensi masalah. Satu jelas, kemudian kita juga tahu semua bahwa bahan baku untuk industri ini juga akan terganggu," ujar Kukuh dalam diskusi Lonjakan Harga Minyak Dunia, Momentum Menggenjot Adopsi Electric Vehicle (EV) di Kemenperin, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Dryport Berbasis Rel Terintegrasi Akan Dibangun di KEK Industropolis Batang
Kukuh menjelaskan, gangguan tidak hanya terjadi pada harga bahan baku, tetapi juga pada sisi logistik. Waktu pengiriman dinilai berpotensi lebih lama dengan biaya yang ikut meningkat. Selain itu, fluktuasi nilai tukar juga menjadi faktor risiko tambahan bagi pelaku industri otomotif.
“Kemudian logistiknya juga akan lebih lama dan sebagainya. Dan juga biayanya akan lebih tinggi,” katanya.
Meski demikian, Kukuh menilai industri otomotif nasional memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal. Ia mencontohkan krisis ekonomi 1998 serta pandemi Covid-19 pada 2020, yang sempat menekan industri namun pada akhirnya mampu dilalui dan pulih kembali.
"Namun kalau kita lihat dari pengalaman kita selama ini di industri otomotif, kejadian ini selalu berulang. Apakah itu 6 tahun atau 10 tahun? Kita, tadi saya tampilkan di tahun 1998 itu kondisi berat sekali. Namun kita bisa menghadapinya dan kemudian pulih. Dan itu terjadi lagi di tahun 2020 dengan adanya pandemi," jelasnya.
Di tengah proses pemulihan pasca pandemi, munculnya tensi geopolitik global menjadi tantangan baru. Namun, Gaikindo tetap optimistis industri otomotif nasional dapat kembali beradaptasi dan bertahan.
Lebih lanjut, Gaikindo menargetkan kinerja industri otomotif dapat terus meningkat dalam waktu dekat. Salah satu target terdekat yang dikejar adalah mencapai level penjualan tertentu sebagai bagian dari upaya pemulihan industri.
Baca Juga: Agro Bahari (UDNG) Optimalkan Budidaya Udang pada 2026, Lirik Peluang dari El Nino
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













