Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang) memperkuat perannya sebagai simpul industri dan logistik nasional melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan dryport berbasis rel.
Kerja sama ini melibatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), serta Perumda Aneka Usaha Kabupaten Batang.
Penandatangan MoU yang digelar pada 21 April 2026 itu menandai percepatan transformasi KEK Industropolis Batang sebagai kawasan industri terintegrasi, sejalan dengan penetapannya sebagai KEK yang berfokus pada sektor distribusi dan logistik.
Pengembangan dryport berbasis rel tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dengan menghubungkan kawasan industri ke jaringan pelabuhan laut dan distribusi darat secara lebih efektif.
Baca Juga: KEK Kendal Dorong Realisasi Investasi Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah Sepanjang 2025
Dryport ini akan berfungsi sebagai gerbang ekspor-impor bagi tenant sekaligus pusat konsolidasi logistik regional. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menekan biaya distribusi dan waktu tempuh, serta mengurangi ketergantungan pada transportasi berbasis jalan.
Dibangun di atas lahan sekitar 30 hektare (ha), dryport ini memiliki kapasitas awal 600.000–650.000 TEUs per tahun, dengan potensi meningkat hingga 1 juta TEUs seiring pertumbuhan kawasan.
Keberadaan fasilitas ini diproyeksikan menjadi salah satu simpul logistik darat strategis di Indonesia, sekaligus memperkuat konektivitas kawasan industri di Jawa Tengah dengan pelabuhan utama dan jaringan perdagangan global.
Pengembangan dryport ini juga menjadi bagian dari sinergi lintas sektor antara BUMN, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan industri dalam membangun ekosistem logistik yang terintegrasi dan berdaya saing.
Baca Juga: KEK ETKI Banten Raih Investasi Rp 1,19 Triliun, Bidik Tambahan Rp 5 Triliun pada 2026
Direktur Utama KEK Industropolis Batang Ngurah Wirawan menegaskan dryport merupakan bagian dari strategi besar kawasan. Kehadiran fasilitas ini dinilai krusial untuk menghadirkan sistem logistik terintegrasi yang mampu menarik investasi berkualitas dan meningkatkan daya saing global.
Lebih jauh, proyek ini mempertegas posisi KEK Industropolis Batang bukan hanya sebagai kawasan manufaktur, tetapi juga pusat logistik terintegrasi. “Dengan proyeksi pertumbuhan tenant, dryport menjadi elemen penting untuk memastikan kelancaran distribusi barang ke pasar domestik maupun internasional,” kata Wirawan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2026).
Pengembangannya dilakukan bertahap, dimulai dari finalisasi konsep dan studi kelayakan pada 2026, dilanjutkan pembangunan dan integrasi sistem pada 2027–2028, hingga tahap operasional dan ekspansi sesuai kebutuhan pasar.
Dukungan pemerintah dan mitra strategis diharapkan memperkuat posisi kawasan ini sebagai destinasi investasi unggulan sekaligus mendorong penguatan struktur logistik nasional.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menyebut penguatan konektivitas berbasis rel dan integrasi dengan pelabuhan menjadi kunci menekan biaya logistik. “Inisiatif ini merupakan contoh konkret kolaborasi dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing ekonomi,” ujarnya.
Baca Juga: KEK Industri Halal Sidoarjo Siap Tarik Investasi Global, Incar Rp 97,8 Triliun
Dari sisi operator, PT Kereta Api Indonesia (Persero) siap mendukung pengembangan melalui penyediaan jaringan dan layanan angkutan barang berbasis rel. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, integrasi kawasan industri dengan jaringan kereta api akan menjadi game changer distribusi logistik. Groundbreaking proyek ini ditargetkan mulai Juni 2026.
Adapun PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menilai kehadiran dryport akan memperkuat ekosistem pelabuhan nasional. Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menyebut dryport akan menjadi perpanjangan layanan pelabuhan, sehingga proses logistik bisa dilakukan lebih dekat ke kawasan industri, mempercepat arus barang, dan meningkatkan konektivitas global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













