Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Nabati Asahan (MNA), bagian dari Wilmar Group, terus memperkuat aktivitas ekonomi nelayan di Desa Terate, Kabupaten Serang, Banten, melalui dukungan peralatan tangkap ikan dan infrastruktur penunjang yang telah berjalan sejak 2019.
Upaya ini diarahkan untuk menjaga produktivitas nelayan di tengah kenaikan biaya operasional, ketidakpastian hasil tangkapan, serta semakin beratnya tantangan usaha perikanan tradisional.
Head Industrial Estate Wilmar, Byron Oswald, mengatakan perusahaan berupaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan kelompok nelayan dan koperasi setempat.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Sejumlah Strategi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2026
Menurut dia, sektor perikanan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan sehingga perlu didukung agar tetap produktif.
“Kerja sama dengan masyarakat nelayan Desa Terate merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung penguatan ekonomi lokal dan membantu masyarakat menghadapi tantangan usaha di sektor pesisir,” ujar Byron dalam siaran pers, Rabu (10/6/2026).
Program tersebut dijalankan bersama Koperasi Berkah Bahari Jaya yang kini menaungi 215 nelayan. Dukungan yang diberikan mencakup pengadaan jaring, badan kapal, kolam bioflok, hingga normalisasi sungai yang menjadi sarana penting bagi aktivitas melaut.
Ketua Koperasi Berkah Bahari Jaya, Robani Hambali, mengatakan bantuan peralatan menjadi faktor penting untuk menjaga operasional nelayan karena sejumlah perlengkapan harus diganti secara berkala setiap tahun.
Di sisi lain, biaya melaut terus meningkat sementara hasil tangkapan ikan berfluktuasi mengikuti kondisi cuaca dan musim.
Saat ini anggota koperasi mengoperasikan sekitar 40 perahu kecil dan 60 perahu berukuran sedang. Keberadaan koperasi, menurut Robani, turut membantu menggerakkan roda ekonomi masyarakat pesisir dan menjaga keberlangsungan usaha para nelayan.
Baca Juga: Pesan Presiden Untuk Juda Agung: Bantu Dorong Pertumbuhan Ekonomi
“Bantuan peralatan tangkap sangat membantu nelayan karena biaya operasional terus meningkat, sementara hasil tangkapan tidak selalu stabil,” kata Robani.
Meski demikian, tekanan ekonomi dan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu mulai mengubah peta tenaga kerja di wilayah pesisir.
Sebagian nelayan memilih beralih bekerja di sektor industri dan pabrik yang berkembang di kawasan Banten karena dianggap menawarkan pendapatan yang lebih pasti. Akibatnya, sejumlah perahu nelayan tidak lagi beroperasi secara optimal.
Karena itu, koperasi melihat peluang pengembangan usaha alternatif sebagai langkah diversifikasi pendapatan masyarakat pesisir.
Budidaya ikan dan peternakan menjadi beberapa sektor yang dinilai potensial untuk melengkapi sumber penghasilan nelayan ketika aktivitas melaut terganggu oleh cuaca maupun faktor lainnya.
Baca Juga: BI: Kebijakan Moneter Diperkuat Untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Ke depan, Wilmar menyatakan akan terus membuka ruang dialog dengan masyarakat dan koperasi untuk mengidentifikasi kebutuhan serta peluang pengembangan ekonomi yang relevan dengan kondisi setempat.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan penyerahan bantuan peralatan tangkap ikan kepada nelayan Desa Terate yang digelar bersama Koperasi Berkah Bahari Jaya pada pertengahan Mei lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













