kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Efek Cuaca Panas, Penjualan AC Sharp Meningkat 150%


Minggu, 19 Mei 2024 / 10:36 WIB
Efek Cuaca Panas, Penjualan AC Sharp Meningkat 150%
ILUSTRASI. PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) mencatatkan adanya lonjakan penjualan AC sebesar 150% pada kuartal I-2024.


Reporter: Leni Wandira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cuaca panas membawa berkah pada penjualan elektronik khususnya untuk produk air conditioner (AC) yang meningkat tajam.

Salah satunya, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) mencatatkan adanya lonjakan penjualan AC sebesar 150% pada kuartal I-2024.

"Penjualan AC sangat bagus tumbuh lebih dari 150%," kata National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo kepada Kontan, Minggu (19/5).

Baca Juga: Cuaca Panas, Penjualan AC Panasonic Meningkat 21% di Kuartal I-2024

Selain karena cuaca panas ekstrim, kata Andry, faktor lain yang mendongkrak penjualan AC adalah pemberlakuan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 6 Tahun 2024 tentang Tata Cara Penerbitan Pertimbangan Teknis Impor Produk Elektronik.

Asal tahu saja, aturan yang mulai berlaku pada 10 Maret 2024 itu membatasi impor 78 produk elektronik berbeda, termasuk AC, televisi, mesin cuci, kulkas, termasuk laptop.

"Apalagi saat ini supply kurang akibat adanya peraturan impor (PI). Sharp saat ini masih 70% lokal dan masih ada kuata impornya," kata Andry.

Tak ingin melewati momentum cuaca kemarau untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan AC, SEID akan terus memenuhi supply ke seluruh daerah di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×