kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45795,33   3,48   0.44%
  • EMAS938.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Ekonomi global melemah, ekspor karet tahun ini berpotensi turun


Senin, 29 Oktober 2018 / 16:06 WIB
Ekonomi global melemah, ekspor karet tahun ini berpotensi turun
ILUSTRASI. Petani menyadap getah karet

Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekspor produk karet dan turunannya tahun ini diperkirakan bakal lebih rendah ketimbang tahun lalu. Penyebabnya karena pasar internasional menunjukkan sinyal beragam dan minimnya upaya nilai tambah produk karet turunan.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Moenardji Soedargo mengatakan setidaknya tahun ini ekspor bakal lebih rendah 10% dari tahun lalu yang berada di kisaran 3,1 juta on. Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan penurunan ini.


"Pelemahan ekonomi global termasuk trade war effect, persepsi fundamental pasar yang kurang pas dan pasar yang lebih digerakkan oleh spekulan serta kurangnya keterlibatan pelaku perdagangan komoditi karet itu sendiri," katanya kepada Kontan.co.id, Senin (29/10).

Proyeksi ini menimbang catatan Gapkindo yang melihat ekspor karet Indonesia pada periode Januari hingga Agustus tahun ini turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada tahun ini, hingga Agustus, volume ekspor turun 6,12% menjadi 2,052 juta ton dari 2,185 juta ton. Kemudian secara nilai turun 24,62% menjadi US$ 2,96 miliar dari US$ 3,926 miliar. Penurunan ini hampir setara US$ 1 miliar dan menjadi kekhawatiran industri karet.

Sedangkan dalam catatan Badan Pusat Statistik (BPS), volume ekspor produk karet dan barang-barang dari karet hingga kuartal III tahun ini mencapai 2,8 juta ton atau turun 6,06% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2,98 juta ton. Sedangkan pada kinerja bulanan, volume ekspor karet pada September turun 4,15% menjadi 311.724 ton dari bulan Agustus yang sebanyak 325.217 ton.

Kemudian dari sisi nilai, ekspor hingga kuartal III-2018 juga turun 12,25% menjadi US$5,86 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu di US$ 6,675 miliar. Kontribusi paling besar dari penjualan karet remah alias crumb rubber yang mengisi hingga 52% dari ekspor karet periode tersebut. Selanjutnya adalah produk ban luar dan ban dalam yang setara hingga 21%.

Padahal perang dagang antara Amerika Serikat dan China seharusnya berimbas baik pada kinerja ekspor karet Indonesia ke AS. Pasalnya, AS menutup kesempatan mengimpor bahan baku karet dari China, sehingga pasar tersebut seharusnya bisa diisi oleh Indonesia. 

Menurut Soedargo, produk yang berpotensi  masuk ke AS lebih besar adalah produk industri berupa SIR20 yang merupakan produk antara atau produk semi-mentah berupa olahan karet mentah yang siap dijadikan ban, conveyor belt maupun produk olahan lainnya.

Dengan demikian, bila terus mengutamakan ekspor SIR 20 alias crumb rubber, nilainya tidak sebanding bila mengekspor produk karet yang sudah diolah lebih lanjut menjadi ban, dock fender ataupun conveyor belt. Sayangnya, pemerintah dinilai tidak mendorong pertumbuhan kinerja maupun investasi dalam sektor hilirisasi lanjut tersebut.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×