kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ekonomi melambat, bisnis roti malah tumbuh


Rabu, 21 Oktober 2015 / 07:18 WIB


Reporter: Mimi Silvia | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Seiring perlambatan ekonomi, bisnis makanan dan minuman ikut tergerus. Akan tetapi tidak dengan bisnis roti, bisnis ini semakin tumbuh di semester 2 ini. Hal ini didukung banyaknya pemain baru roti baik berasal dari lokal maupun dari luar negeri.

Menurut Adhi S. Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), tumbuhnya bisnis ini didorong oleh beberapa faktor.

Faktor pertama, beberapa pengusaha roti yang tidak menaikkan harga roti saat perlambatan ekonomi. Kedua, masyarakat Indonesia sudah mulai ketergantungan dengan roti dengan menjadikan roti sebagai makanan pokok, terutama untuk sarapan pagi.

Ketiga, semakin banyaknya cafe-cafe roti yang sudah menjadi style, terutama yang menawarkan roti panggang. Selain itu, pemain roti tradisional dan modern pun tidak saling mematikan alias tidak saling berkompetisi.

"Masing-masing ada pasarnya sendiri, ada pemain roti di hotel bintang mewah sampai dengan pemain roti di kaki lima," kata Adhi kepada KONTAN, Selasa (20/10).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×