kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Konsumen Makin Peduli Asal-usul Tuna, Industri Perikanan Dituntut Transparan


Sabtu, 07 November 2026 / 21:06 WIB
Konsumen Makin Peduli Asal-usul Tuna, Industri Perikanan Dituntut Transparan
ILUSTRASI. Musim tuna di Sendang Biru (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peningkatan konsumsi ikan tuna berpotensi membuka peluang bagi industri perikanan nasional, sekaligus mendorong pelaku usaha memperkuat transparansi rantai pasok dan standar keamanan pangan.

Upaya tersebut dapat dimulai dari perubahan pola konsumsi masyarakat, antara lain dengan memasukkan tuna ke dalam menu keluarga secara rutin serta memperhatikan asal-usul dan metode penangkapan ikan yang dikonsumsi. 

Program Leader Tuna Consortium, Thilma Komaling, mengatakan, keputusan konsumen dalam memilih produk pangan dapat turut mendorong praktik perikanan yang lebih bertanggung jawab.

Baca Juga: Komdigi Terbitkan Surat Edaran Sisa Kuota, Janji Hak Konsumen Makin Terlindungi

“Ketika masyarakat mulai mengenali tuna yang mereka konsumsi dan memahami bagaimana ikan tersebut ditangkap, kita sedang membangun hubungan yang lebih bertanggung jawab antara konsumen dan sumber daya laut,” ujar Thilma dalam Bincang Tuna Episode 3 bertajuk Know Your Tuna, Value Every Catch di Indonesia Tuna Pavilion, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Direktur MDPI Foundation, Yasmin Simbolon, menilai tuna berpotensi menjadi alternatif sumber protein untuk memperkaya pola konsumsi masyarakat.

Menurutnya, peningkatan konsumsi tidak harus dimulai dengan perubahan besar, tetapi bisa melalui kebiasaan menyajikan tuna setidaknya sekali dalam sepekan.

Dari sisi kandungan gizi, ikan tuna memiliki nilai protein yang cukup tinggi. Berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Segar Indonesia dari Badan Pangan Nasional, kandungan protein tuna mencapai sekitar 25,76 gram per 100 gram bahan pangan.

Namun, peningkatan konsumsi perlu diimbangi dengan edukasi mengenai kualitas dan keamanan produk.

Baca Juga: Investor Makin Selektif, Permintaan Lahan Kawasan Industri Tetap Tumbuh

Founder & CEO Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI), Janti Djuari, menyoroti kekhawatiran konsumen terhadap histamin yang dapat terbentuk apabila penanganan dan penyimpanan ikan tidak dilakukan dengan baik.

“Kualitas tuna harus dijaga sejak ikan ditangkap hingga sampai ke tangan konsumen, termasuk melalui penerapan standar penanganan dan rantai dingin,” kata Janti.

Selain kualitas produk, transparansi asal-usul ikan juga menjadi faktor penting dalam mendorong praktik perikanan berkelanjutan.

Government Affairs & Policy Lead Yayasan IPNLF Indonesia, Nilmawati, mengajak konsumen lebih aktif menanyakan asal tuna dan metode penangkapan yang digunakan kepada pedagang, penyedia seafood, maupun restoran.

Menurut dia, metode penangkapan satu per satu (one-by-one fishing), seperti pancing ulur (handline) dan pancing huhate (pole-and-line), merupakan pendekatan yang lebih selektif dibandingkan sejumlah metode penangkapan lainnya.

Baca Juga: Industri Baja RI Hadapi Tiga Lapis Hambatan Perdagangan Global

Pertanyaan konsumen mengenai asal produk dan alat tangkap dinilai dapat mendorong pelaku usaha meningkatkan transparansi rantai pasok.

Meski demikian, keberlanjutan perikanan tetap membutuhkan pengelolaan sumber daya laut dan praktik penangkapan yang bertanggung jawab.

Melalui Bincang Tuna yang digelar dalam rangkaian SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 tersebut, kolaborasi industri, organisasi masyarakat sipil, dan konsumen diharapkan dapat memperluas pasar tuna sekaligus mendorong peningkatan kualitas produk dan keberlanjutan sektor perikanan nasional.


Sumber: https://www.tribunnews.com/kesehatan/7908122/konsumsi-tuna-tak-sekadar-penuhi-kebutuhan-protein-asal-usul-ikan-juga-perlu-diketahui?page=all&s=paging_new#goog_rewarded.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×