kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Ekspor Besar, Penguatan Dolar AS Berdampak Positif Bagi Integra Indocabinet (WOOD)


Senin, 25 Juli 2022 / 19:24 WIB
ILUSTRASI. Penjualan ekspor dalam dolar AS mendominasi pendapatan Integra Indocabinet (WOOD).


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) menyebut penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berdampak positif bagi emiten furnitur.

Corporate Secretary & Head of Investor Relation Integra Indocabinet Wendy Chandra mengatakan, hal ini karena penjualan ekspor dalam dolar AS mendominasi penjualan WOOD.

"Penguatan dolar AS terhadap rupiah tentunya merupakan hal positif bagi Integra Indocabinet karena kontribusi penjualan ekspor dalam dolar AS mendominasi total penjualan," kata Wendy kepada Kontan.co.id, Senin (25/7).

Baca Juga: Ini Jadwal Pembayaran Dividen Integra Indocabinet (WOOD) Rp 41 Miliar

Sebagai informasi, produsen kayu dan furnitur ini memang mengutamakan pasar ekspor dalam penjualan produknya. Sebagai contoh, mayoritas penjualan bersih WOOD di kuartal pertama 2022 masih berasal dari segmen manufaktur ekspor yang terdiri atas penjualan building component atau komponen bangunan sebesar Rp 1,44 triliun dan furnitur sebesar Rp 459,84 miliar.

Dengan penguatan dolar AS terhadap rupiah, WOOD tidak memerlukan lagi hedging.

"Pada dasarnya kami sudah naturally hedge karena penjualan yang dominan ekspor dalam mata uang dolar AS dan pembelian bahan baku dominan domestik dalam mata uang rupiah," pungkas Wendy.

Baca Juga: Integra Indocabinet (WOOD) Tetap Optimalkan Ekspor ke AS di Tahun Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×