kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Kinerja Solid di Tengah Tantangan Energi, Badak LNG Perkuat Ekonomi Lokal


Selasa, 18 Agustus 2026 / 20:47 WIB
Kinerja Solid di Tengah Tantangan Energi, Badak LNG Perkuat Ekonomi Lokal
ILUSTRASI. PT Badak NGL (Badak LNG) (KONTAN/Filemon)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Badak NGL atau Badak LNG mendorong penguatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui Program Semai Bumi di kawasan HOP 7, Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Program yang dijalankan bersama Kelompok Tani Karya Bersama tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menekan biaya produksi.

Dengan begitu, petani diharapkan memperoleh ruang yang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha pertanian secara berkelanjutan.

Baca Juga: Indosolar 2026 Digelar, AESI Dorong Percepatan Pengembangan Energi Surya

Salah satu persoalan yang selama ini dihadapi petani adalah keterbatasan air, terutama saat musim kemarau.

Untuk mengatasi hal tersebut, Badak LNG membangun sumur bor yang memungkinkan kegiatan budidaya tetap berjalan sepanjang tahun.

Sistem pengairan tersebut dilengkapi panel surya untuk mengoperasikan genset. Pemanfaatan energi surya diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan bakar sekaligus menekan biaya operasional pengairan yang menjadi salah satu komponen biaya produksi petani.

Selain pengairan, Badak LNG memasang light trap di 17 titik untuk membantu mengendalikan serangan hama.

Perangkat yang menggunakan panel surya tersebut memungkinkan petani mengurangi penggunaan bahan kimia dalam proses budidaya.

Baca Juga: Pascagempa NTT, AirAsia Pastikan Penerbangan ke Labuan Bajo Berjalan Normal

Kelola Lahan 8,8 Hektare

Program Semai Bumi kini mencakup pengelolaan lahan hortikultura seluas 8,8 hektare yang dikelola 17 anggota Kelompok Tani Karya Bersama.

Berbagai komoditas dikembangkan di kawasan tersebut, antara lain gambas, pare dan terong.

Peningkatan produktivitas lahan diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga memperbesar potensi pendapatan petani.

Baca Juga: Cozmeed Perluas Bisnis Outdoor, Bidik Pasar Travel hingga B2B

Badak LNG juga mendorong efisiensi biaya melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan limbah sebagai input pertanian.

Sisa hasil pertanian dan peternakan diolah menjadi pupuk kompos. Sementara limbah perikanan dari Kelompok Berkah Lautan Berjaya, salah satu mitra binaan Badak LNG, dimanfaatkan menjadi produk asam amino atau Amigrow untuk tanaman.

Kalsium silikat yang berasal dari limbah internal perusahaan juga dimanfaatkan untuk membantu menetralkan pH tanah, menyediakan unsur hara kalsium dan memperkuat jaringan tanaman.

Model tersebut memungkinkan sebagian kebutuhan input pertanian dipenuhi dari sumber daya yang tersedia di sekitar masyarakat.

Dengan demikian, petani dapat menekan ketergantungan terhadap input dari luar sekaligus mengurangi biaya produksi.

Director & COO Badak LNG Feri Sulistyo Nugroho menilai, perkembangan kawasan pertanian HOP 7 menunjukkan hasil yang signifikan.

“Sebetulnya sangat-sangat surprise. Belum ada satu tahun sejak saya ke sini, melihat perkembangannya luar biasa, melihat jenis variasi yang ditanam itu sedemikian masif. Dan hari ini, saya bisa memetik hasil atau produk hortikultura dari teman-teman yang menanam di area ini,” kata Feri melalui keterangannya Selasa (18/8/2026).

Menurut Feri, optimalisasi lahan melalui pengembangan hortikultura berpotensi meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan petani.

Tak hanya dari sisi pendapatan petani, peningkatan produksi hortikultura juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui tambahan pasokan pangan bagi masyarakat Kota Bontang.

Baca Juga: Mobil Nasional Ditargetkan Produksi Massal 2028 Didukung Danantara, Ini Tantangannya

Badak LNG Kejar Efisiensi dan Produktivitas

Bagi Badak LNG, pengembangan ekonomi masyarakat melalui Program Semai Bumi sejalan dengan upaya perusahaan menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas di sekitar wilayah operasional.

Pendekatan yang digunakan tidak hanya berupa bantuan sarana produksi, tetapi juga mengarah pada peningkatan produktivitas, efisiensi biaya dan pemanfaatan sumber daya lokal.

Di sisi lain, kinerja operasional Badak LNG juga menunjukkan capaian positif sepanjang 2025.

Baca Juga: Bursa Mineral dan Komoditas Disiapkan, Pelaku Industri Soroti Harga Acuan

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Badak LNG mencatat produksi LNG sebesar 7.122.857 meter kubik. Produksi Liquefied Petroleum Gas (LPG) juga mencapai 197.496 meter kubik.

Realisasi tersebut ditopang kemampuan kilang memproses feed gas 14,23% lebih tinggi dibandingkan target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025.

Alhasil, produksi LNG Badak LNG tercatat 15,83% di atas target perusahaan.

President Director & CEO Badak LNG Achmad Khoiruddin mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketahanan operasional perusahaan di tengah tantangan pasokan gas dari hulu dan dinamika industri energi global.

“Di tengah tantangan penurunan pasokan gas dari hulu dan dinamika industri energi global, Badak LNG mampu menunjukkan resiliensi dan kinerja yang solid,” ujar Achmad dalam keterangan resmi, Senin (15/6/2026).

Dengan kinerja operasional yang tetap terjaga, Badak LNG juga berupaya memperluas dampak ekonomi perusahaan melalui pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Ini Catatan GAPKI Soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Program Semai Bumi menjadi salah satu instrumen untuk membangun multiplier effect di tingkat lokal, mulai dari peningkatan produktivitas lahan, efisiensi biaya produksi, peningkatan pendapatan petani hingga potensi penguatan pasokan pangan di Bontang.

Ke depan, pengembangan model pertanian berbasis teknologi dan pemanfaatan sumber daya lokal diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan manfaat berkelanjutan dari keberadaan industri di wilayah tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×