Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja ekspor mobil utuh atau completely built-up (CBU) Indonesia masih tertekan sepanjang Januari–September 2026.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), ekspor CBU tercatat 371.260 unit, turun 2,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 381.644 unit.
Di tengah penurunan tersebut, Toyota masih menjadi eksportir CBU terbesar di Indonesia.
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat ekspor 130.582 unit sepanjang sembilan bulan pertama 2026, naik tipis 0,4% dari 130.045 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Ekspor CBU Toyota (TMMIN) Naik 2,5% Jadi 223.696 Unit hingga September 2026
Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengatakan, kendaraan elektrifikasi turut menjadi kontributor ekspor perseroan. Beberapa model yang dikirim ke pasar ekspor antara lain Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid.
"Saat ini, kendaraan hybrid masih menjadi salah satu teknologi yang kami kembangkan karena permintaannya di sejumlah pasar ekspor menunjukkan pertumbuhan," ujar Nandi, Rabu (14/10/2026).
Daihatsu berada di posisi kedua dengan ekspor 95.368 unit, tumbuh 6,7% dibandingkan 89.418 unit pada periode yang sama tahun lalu. Selanjutnya, Mitsubishi Motors mencatat ekspor 84.971 unit, meningkat 12,8% dari 75.361 unit.
Namun, sejumlah merek justru mengalami penurunan ekspor. Hyundai mencatat ekspor 30.781 unit atau turun 29% dari 43.334 unit. Suzuki juga turun 45,7% menjadi 12.132 unit dan Honda terkoreksi 8,5% menjadi 11.550 unit.
Penurunan juga terjadi pada ekspor Isuzu yang menyusut 27,8% menjadi 4.622 unit. Hino mencatat ekspor 212 unit, turun 46,2% dari 394 unit.
Baca Juga: Kemenperin Ungkap Cara APM Kejar TKDN Mobil Listrik 60% Mulai 2027
Sementara itu, Wuling menjadi salah satu merek yang masih mencatat pertumbuhan ekspor. Volume ekspor Wuling mencapai 1.042 unit, naik 14,3% dari 912 unit.
Adapun Chery dan DFSK tidak mencatatkan ekspor CBU sepanjang Januari–September 2026. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, masing-masing mencatat ekspor 745 unit dan 44 unit.
Dengan demikian, pertumbuhan ekspor Toyota, Daihatsu, dan Mitsubishi Motors belum mampu menahan penurunan ekspor dari sejumlah merek lain. Kondisi tersebut membuat total ekspor CBU nasional sepanjang sembilan bulan 2026 masih mengalami kontraksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













