kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ekspor CPO Indonesia ke India Tetap Prospektif meski Kolombia Masuk Pasar


Jumat, 29 Agustus 2025 / 17:05 WIB
Ekspor CPO Indonesia ke India Tetap Prospektif meski Kolombia Masuk Pasar
ILUSTRASI. Indonesia mendapat pesaing untuk pasar ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) ke India.


Reporter: Leni Wandira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia mendapat pesaing untuk pasar ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) ke India. Ini setelah India mulai membuka impor CPO dari Kolombia. 

Namun, pelaku industri menilai kehadiran Kolombia tidak akan banyak memengaruhi daya saing Indonesia di pasar India.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ((Gapki) Eddy Martono mengatakan, produksi CPO Kolombia relatif kecil dibandingkan kebutuhan India. 

"Produksi Kolombia tahun 2023 hanya 1,84 juta ton dan bahkan turun menjadi 1,72 juta ton pada 2024. Sementara kebutuhan India sekitar 8 juta ton. Artinya, India tetap membutuhkan pasokan minyak sawit ari Indonesia,” ujar Eddy kepada KONTAN, Jumat (29/8/2025).

Dengan porsi permintaan India yang besar, Eddy menilai, posisi Indonesia masih cukup kuat. Meski demikian, Gapki menekankan pentingnya menjaga daya saing, baik melalui efisiensi produksi maupun upaya memperkuat penetrasi ke pasar alternatif, agar tidak terlalu bergantung pada satu pasar utama.

Baca Juga: Harga CPO Tertekan Pelemahan Ringgit pada Perdagangan Kamis (28/8)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×