Reporter: Leni Wandira | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia mendapat pesaing untuk pasar ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) ke India. Ini setelah India mulai membuka impor CPO dari Kolombia.
Namun, pelaku industri menilai kehadiran Kolombia tidak akan banyak memengaruhi daya saing Indonesia di pasar India.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ((Gapki) Eddy Martono mengatakan, produksi CPO Kolombia relatif kecil dibandingkan kebutuhan India.
"Produksi Kolombia tahun 2023 hanya 1,84 juta ton dan bahkan turun menjadi 1,72 juta ton pada 2024. Sementara kebutuhan India sekitar 8 juta ton. Artinya, India tetap membutuhkan pasokan minyak sawit ari Indonesia,” ujar Eddy kepada KONTAN, Jumat (29/8/2025).
Dengan porsi permintaan India yang besar, Eddy menilai, posisi Indonesia masih cukup kuat. Meski demikian, Gapki menekankan pentingnya menjaga daya saing, baik melalui efisiensi produksi maupun upaya memperkuat penetrasi ke pasar alternatif, agar tidak terlalu bergantung pada satu pasar utama.
Baca Juga: Harga CPO Tertekan Pelemahan Ringgit pada Perdagangan Kamis (28/8)
Selanjutnya: Industri Farmasi Genjot Inovasi Medis lewat Dukungan Riset Peneliti Muda
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 30 Agustus 2025: Keuangan & Karier Leo Paling Beruntung
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News