kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.800   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.102   70,58   0,88%
  • KOMPAS100 1.143   11,20   0,99%
  • LQ45 827   6,00   0,73%
  • ISSI 287   3,49   1,23%
  • IDX30 431   4,02   0,94%
  • IDXHIDIV20 516   3,30   0,64%
  • IDX80 128   1,12   0,88%
  • IDXV30 140   0,97   0,70%
  • IDXQ30 140   0,90   0,65%

Ekspor CPO ke Amerika dan Eropa menurun di Mei


Selasa, 17 Juni 2014 / 19:07 WIB
Ekspor CPO ke Amerika dan Eropa menurun di Mei
ILUSTRASI. Xiaomi Redmi Note 12


Reporter: Handoyo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Bila ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan turunanya ke beberapa negara muslim menunjukkan peningkatan pada saat mendekati Ramadan, namun volume ekspor CPO dan turunannya ke Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) tercatat menurun.

Fadhil Hasan Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengatakan, penurunan volume ekspor CPO cukup signifikan ke Amerika Serikat. Pada bulan Mei lalu Amerika Serikat mengurangi permintaan hingga 20.600 ton atau sekitar 36% dari 57.000 ton pada April, menjadi 36.000 ton pada Mei 2014.

"Penurunan permintaan dari Amerika karena indikasi negara bagian yang memperkenalkan mandatori pencampuran biodiesel B-5 menjadi B-10 dengan feedstock utama kedelai," kata Fadhil, dalam siaran persnya, Selasa (17/6).

Selain itu, menurut laporan FAO, stock global rapeseed dan biji bunga matahari juga sangat berlimpah sehingga harga kedua komoditi itu turun sangat signifikan. Hal ini juga sebagai salah satu alasan berkurangnya permintaan akan minyak sawit dari Uni Eropa karena panen rapeseed dan biji bunga matahari berlimpah di negara Uni Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×