kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Ekspor ore dilarang, nilai ekspor tambang melorot


Selasa, 01 April 2014 / 12:17 WIB
ILUSTRASI. Cara mengatasi flu


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Larangan ekspor mineral mentah atawa ore secara signifikan berdampak pada kinerja ekspor dua bulan pertama 2014. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor tambang pada Januari-Februari 2014 hanya sebesar US$ 3,85 miliar.

Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, kinerja ekspor tambang mencapai US$ 5,09 miliar. Ini berarti ada penurunan sebesar 24,36%.

Kepala BPS Suryamin mengatakan merosotnya ekspor tambang diakibatkan pelarangan ekspor mineral mentah yang mulai berlaku sejak 12 Januari 2014. "Mudah-mudahan (penurunan ekspor tambang) dapat terkompensasi dari sektor industri," ujar Suryamin dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (1/4).

Dengan menurunnya kinerja ekspor tambang, alhasil porsi alias kontribusi tambang terhadap kinerja ekspor secara keseluruhan pun menurun. Bila pada Januari-Februari 2013 porsinya sebesar 16,76%, pada Januari-Februari 2014 hanya mencapai 13,25%.

Sebagai informasi, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus neraca dagang Februari sebesar US$ 785,3 juta. Kinerja ekspor pada bulan Februari 2014 sebesar US$ 14,57 miliar atau naik 0,68% dibanding Januari 2014. Sedangkan kinerja impor turun 7,58% dibanding Januari 2014 sehingga pada Februari impor tercatat US$ 13,79 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×