kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.528   -2,00   -0,01%
  • IDX 6.731   -127,77   -1,86%
  • KOMPAS100 896   -20,15   -2,20%
  • LQ45 658   -11,38   -1,70%
  • ISSI 243   -4,60   -1,86%
  • IDX30 372   -4,88   -1,29%
  • IDXHIDIV20 455   -5,93   -1,29%
  • IDX80 102   -1,90   -1,83%
  • IDXV30 130   -2,02   -1,53%
  • IDXQ30 119   -1,22   -1,01%

Ekspor ore dilarang, nilai ekspor tambang melorot


Selasa, 01 April 2014 / 12:17 WIB
ILUSTRASI. Cara mengatasi flu


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Larangan ekspor mineral mentah atawa ore secara signifikan berdampak pada kinerja ekspor dua bulan pertama 2014. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor tambang pada Januari-Februari 2014 hanya sebesar US$ 3,85 miliar.

Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, kinerja ekspor tambang mencapai US$ 5,09 miliar. Ini berarti ada penurunan sebesar 24,36%.

Kepala BPS Suryamin mengatakan merosotnya ekspor tambang diakibatkan pelarangan ekspor mineral mentah yang mulai berlaku sejak 12 Januari 2014. "Mudah-mudahan (penurunan ekspor tambang) dapat terkompensasi dari sektor industri," ujar Suryamin dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (1/4).

Dengan menurunnya kinerja ekspor tambang, alhasil porsi alias kontribusi tambang terhadap kinerja ekspor secara keseluruhan pun menurun. Bila pada Januari-Februari 2013 porsinya sebesar 16,76%, pada Januari-Februari 2014 hanya mencapai 13,25%.

Sebagai informasi, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat surplus neraca dagang Februari sebesar US$ 785,3 juta. Kinerja ekspor pada bulan Februari 2014 sebesar US$ 14,57 miliar atau naik 0,68% dibanding Januari 2014. Sedangkan kinerja impor turun 7,58% dibanding Januari 2014 sehingga pada Februari impor tercatat US$ 13,79 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×