Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Djumyati P.
JAKARTA. Kinerja ekspor otomotif selama semester I/2010 menjadi kebanggaan Kementerian Perdagangan karena pertumbuhannya yang naik di atas 47,9%. Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra Siregar menyebutkan, kinerja ekspor otomotif tersebut di dukung oleh naiknya kinerja ekspor otomotif ke negara emerging market seperti Thailand, Saudi Arabia dan juga Brazil.
“Pangsa pasar ekspor otomotif tersebut naik signifikan karena naiknya ekspor di negara ke emerging market,” jelas Mahendra. Selain Otomotif, industri manufaktur yang mencatat pertumbuhan ekspor 25% semester I tahun rata-rata ekspor tertinggi itu adalah tekstil, elektronika, alas kaki dan industri crude palm oil (CPO).
Nilai ekspor otomotif semester I tahun 2010 ini mencapai nilai US$ 1,33 miliar, sedangkan tahun 2009 nilai ekspor otomotif tersebut baru mencapai US$ 1,73 miliar atau turun 36,8% jika dibandingkan dengan nilai ekspor 2008 sebesar US$ 2,73 miliar.
Kenaikan ekspor tersebut menurut Mahendra terjadi karena adanya kerangka kerjasama Asean China Free Trade Agreement (ACFTA). Berlakunya kerjasama penurunan tarif produk otomotif di kawasan Asean dan China itu meningkatkan kinerja ekspor otomotif. “Semester I ini bisa menikmati menikmati tarif yang rendah,” katanya.
Kesempatan ekspor tersebut saat ini masih terbuka karena banyaknya industri otomotif di AS dan negara lainnya yang tutup akibat krisis keuangan global. Mahendra menyebutkan, jika perusahaan mobil di luar negeri itu tutup maka suplai mobilnya bisa didatangkan dari Indonesia. “Inilah peluang industri kita,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News